Masyarakat Tangse Masih Rasakan Gempa Susulan

merdeka
merdeka

Aceh Selatan News | Banda Aceh – Masyarakat Kecamatan Tangse, Kecamatan Pidie, Provinsi Aceh, hingga saat ini masih merasakan guncangan gempa susulan pascagempa utama berkekuatan 5,6 skala Richter pada Selasa (22/10).

Kontributor Antara Foto Ampelsa di Tangse, Rabu, mengatakan masih terjadi gempa susulan dan gempa terbaru pukul 09.45 WIB, dan sebagian warga juga terlihat perhamburan saat merasakan guncangan.

Warga merasakan sedikitnya sembilan kali guncangan gempa susulan pascagempa utama yang terjadi pukul 12.45 WIB Selasa itu.

“Sejumlah warga berhamburan dan berdiri di depan rumah masing-masing saat merasakan guncangan gempa tadi. Mereka trauma dengan gempa kemarin siang,” kata Ampelsa menjelaskan.

Data sementara yang diperoleh dari posko gempa di Tangse menyebutkan jumlah rumah penduduk rusak berat, sedang dan ringan akibat gempa darat itu sebanyak 368 unit.

Kemudian tercatat sembilan unit masjid dan delapan meunasah (mushala) di sejumlah desa di Kecamatan Tangse juga mengalami kerusakan berat, sedang dan ringan.

Sebanyak 13 gedung sekolah (SD/MI, SMP dan SMA/sederajat) juga mengalami kerusakan berat, sedang dan ringan akibat gempa yang berdampak terhadap 11 dari 22 desa di Kecamatan Tangse.

Dua jembatan, sebanyak 43 ruko dan kios milik warga Tangse juga mengalami kerusakan berat, sedang dan ringan akibat bencana alam terburuk di Kabupaten Pidie itu.

Korban meninggal satu orang karena serangan jantung, dan tiga penduduk Tangse juga mengalami cidera terkena runtuhan bangunan akibat gempa.

Sementara itu, BNPB menyebutkan gempa juga berdampak kerusakan di tiga kecamatan di Pidie, yakni Tangse, Mane dan Geumpang.

Namun terdapat lima desa di Kecamatan Tangse mengalami kerusakan cukup parah yaitu Gampong (desa) Neubok Badeuk, Pulo Kawa, Pulo Seunong, Keude Tangse, dan Blang Bungong.(ant)

Komentar