Menguji Kepemimpinan Aceh selatan yang baru




Teuku Masduhul
Teuku Masduhul
Teuku Masduhul

Aceh Selatan News | Opini – Pada hari senin Tanggal 22 April 2013 bertempat di Gedung DPRK Aceh Selatan, Gubernur Aceh Zaini Abdullah Resmi Melantik Pasangan SAKA ( H. T. Sama Indra, SH dan Kamarsyah, S.Sos, MM) sebagai Bupati Aceh Selatan Periode 2013-2018. Pasangan yang di usung oleh Koalisi Partai Demokrat, Partai PKPB dan PAN tersebut mutlak memenangi Pilkada Aceh Selatan cukup dengan satu Putaran. Pelantikan tersebut merupakan symbol era baru hadirnya Kepemimpinan baru di Kabupaten Aceh Selatan.

Kemenangan Pasangan SAKA pada Pilkada yang lalu merupakan Kemenangan bagi Seluruh masyarakat Aceh Selatan. Masyarakat Aceh selatan sudah memberikan hak politik dan demokrasinya secara baik, tertib, aman bahkan jauh dari nuansa kerusuhan. Pilkada di aceh selatan bisa dijadikan Barometer kualitas demokrasi masyarakat yang sudah sangat rasional dan objektif.

Modalitas Kepemimpinan

Karena itu, sebagai seorang pemimpin baru di Kabupaten aceh selatan, SAKA membutuhkan setidaknya empat modalitas utama kepemimpinan. Pertama, adanya visi sebagai ciri utama seorang pemimpin yang visioner. Kemampuan menggambarkan dan memperjuangkan masa depan masyarakat aceh selatan yang lebih baik adalah tugas pokok seorang pemimpin. SAKA harus menjadi sosok Visioner baru di Aceh Selatan sebagai modalitas Pemimpin baru. Masyarakat Aceh Selatan sedang  menunggu gebrakan-gebrakan dan terobosan baru yang akan dijalankan oleh pasangan SAKA kedepan.

Kedua, kepercayaan sebagai modal strategis mendekatkan diri dengan masyarakat aceh selatan. masyarakat Aceh selatan sudah memberikan kepercayaan dan sikap politiknya serta menitipkan amanahnya kepada pasangan SAKA untuk memimpin dan membenah Kabupaten ini menjadi lebih baik. Tentu mereka sangat berharap pola-pola pemerintahan lama bisa dihilangkan.

Ketiga, komunikasi kepada semua elemen/kelompok di Aceh selatan. Pola komunikasi antar Bupati dan wakil bupati menjadi pekerjaan rumah prioritas. Ini mengingat kebijakan strategis pembangunan  sangat ditentukan oleh keharmonisan pemimpin tersebut. Selain itu, komunikasi politik yang baik sangat perlu dijalin dengan kalangan Parlemen dan birokrasi Pemerintah Kabupaten aceh selatan. Sebab keduanya adalah mitra kerja Pasangan SAKA dalam merumuskan kebijakan dan Program-program pembangunan  Aceh Selatan kedepan.

Keempat, komitmen dan Prinsip yang kuat dimana artikulasi gagasan harus dijalankan dengan baik berdasarkan materi dan Visi-visi pasangan SAKA yang berorientasikan kesejahteraan masyarakat sehingga amanah kepemimpinan dapat dijalankan secara sempurna.

Reformasi Birokrasi

Birokrasi adalah suatu tatanan dalam sistem pemerintahan yang diatur berdasarkan undang-undang. Fungsi dari birokrasi itu sendiri adalah sebagai aparatur negara yang memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat, dimana tujuan utamanya adalah “social oriented” dan bukan berbentuk “profit oriented “. Sebagai suatu sistem, birokrasi terdiri atas berbagai tingkatan yang kesemuanya memiliki mekanisme dan aturan yang sangat jelas, sehingga birokrasi acapkali sering dipersepsikan sebagai suatu hambatan bagi sebagian kalangan masyarakat.

Birokrasi merupakan system utama dan pilar utama dalam mengimplementasikan kebijakan-kebijakan dan program serta pelayanan publik terhadap masyarakat aceh selatan. Pembenahan dan Profesionalisme birokrasi merupakan jawaban utama dari setumpuk persoalan dan permasalahan yang ada di Kabupaten pala ini.

SAKA di ibaratkan sebagai pelatih baru didalam Tim Kabupaten Aceh Selatan, sebagai pelatih baru tentu sangat menginginkan pemain-pemain baru yang segar, berkualitas dan bertalenta serta professional, agar Tim ini bisa menjadi kuat. Birokrasi yang diinginkan oleh masyarakat adalah tatanan profesional baru yang memang bisa memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat dan tentunya harus sinergi dengan program-program dan Visi misi pemimpin. Lembaran buku baru harus segera dibuka, dengan mempertimbangkan aspek-aspek profesionalime, mutu dan kedispilinan yang kuat untuk memuwujudkan pemerintahan yang bersih serta berorientasikan pembangunan kesejahteraan masyarakat.

Hal ini tentunya merupakan tugas kita bersama, terutama bagi seorang birokrat dalam membantu mewujudkan suatu pemerintahan yang bersih dan berwibawa, serta bersih dari korupsi, kolusi dan nepotisme. Yang paling utama bagi seorang pemerintahan dalam suatu sistem birokrasi adalah membantu mencerdaskan wawasan masyarakat melalui informasi-informasi yang sifatnya mendidik dan mengarahkan mereka agar bersedia untuk berpartisipasi aktif dalam setiap pelaksanaan kegiatan pembagunan. Mudah-mudahan apa yang menjadi harapan kita bersama akan segera terwujud.

Segudang persoalan dan warisan peninggalan pemerintahan lama menjadi PR utama untuk segera dibenahi oleh pemerintahan SAKA, tentu hal tersebut tidak semudah membalikkan telapang tangan.  SAKA tunjukilah kepada masyarakat Aceh Selatan bahwa SAKA memang pantas untuk menduduki tampuk kepemimpinan di Aceh selatan, serta jadilah pemimpin yang sering turun ke Kampung-kampung untuk melihat berbagai problema dan menyerap aspirasi masyarakat bawah serta yang dialami oleh masyarakat miskin dan pedalaman. Jadilah pemimpin yang dicintai oleh seluruh masyarakatnya, karena Aceh selatan saat ini harus bangkit menuju aceh selatan yang sejahtera, demi terwujudnya masyarakat yang islami, sehat, cerdas, makmur, damai dan bermartabat sesuai dengan Visi dan Misi Pasangan SAKA

Komentar










Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*