Muchtar Yatim Bantah Intervensi Mutasi Sekdes

Aceh Selatan News | Kluet Tengah – Camat Kluet Tengah, Muchtar Yatim, SE membantah tudingan segelintir Keuchik yang tergabung dalam Forum Komunitas Keuchik Kluet Tengah yang menyatakan dirinya telah melakukan intervensi atas mutasi beberapa Sekretaris Desa (Sekdes) oleh Bupati Aceh Selatan, belum lama ini.

“Tidak benar saya telah mengintervensi sejumlah Sekdes tersebut. Karena, sebelum pelaksanaan mutasi, saya terlebih dahulu meminta petunjuk kepada bapak Bupati Aceh Selatan, HT. Sama Indra, SH,” kata Muchtar Yatim kepada Aceh Selatan News, Selasa (16/05/2017).

Setelah ia menyampaikan, bupati menanggapi dengan baik. Soalnya mutasi Sekdes bertujuan untuk penyegaran. “Sebenarnya, tidak ada persoalan dengan mutasi, hanya saja ada pihak-pihak memplotisirnya,” ungkapnya.

Selain itu, lanjutnya, isu berlatar dendam dalam pelaksanaan mutasi Sekdes sebagaimana tudingan yang telah disampaikan dalam rapat Forum Keuchik se-Kluet Tengah itu, juga tidak benar.

“Kalaulah ada unsur dendam, itu bukanlah seorang pimpinan. Dan kalaupun saya dendam, apa tujuan saya dendam. Karena tidak ada masalah apapun antara saya dengan Sekdes yang dimutasi,” tuturnya.

Muchtar Yatim mengatakan, seorang PNS seharusnya memaklumi, karena telah disumpah siap di tempatkan dimana saja. “Seperti Sekdes Simpang Tiga, itu adalah permohonannya kepada camat, bahwa ia ingin ditempatkan di kantor camat. Dasar permohonannya penyesuaian ijazah,” sebutnya.

Ketika menjawab pertanyaan, terkait ada desakan dari Forum Keuchik agar Camat Kluet Tengah dicopot. Muchtar Yatim menyatakan, semua wewenang itu ada ditangan Bupati Aceh Selatan.

“Aksi protes yang mereka tempuh itu adalah langkah yang keliru, mungkin mereka tidak paham dengan makna mutasi yang dilakukan,” ucapnya.

Secara terpisah, Keucik Gampong Lawe Melang, Mailizar Aris mengutarakan, mutasi Sekdes itu memang atas dasar permintaan Kepala Desa. Soalnya, antara pihaknya dengan Sekdes selama ini kurang sinkronisasi.

“Permasalahan itu sudah saya sampaikan kepada bapak bupati. Jika beliau di mutasi, bukan berarti ada unsur dendam dan sakit hati saya, juga tidak ada hubungannya dengan camat. Mungkin mereka tidak tahu, makanya mereka mengatakan mutasi ini ada unsur dendam,” pungkasnya.(Si)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*