Mutu Pendidikan Rendah, Mahasiswa Desak Kepala Dinas Pendidikan Aceh Dipecat




Kantor Dinas Pendidikan Aceh (dok: acehonline)
Kantor Dinas Pendidikan Aceh (dok: acehonline)
Kantor Dinas Pendidikan Aceh (dok: acehonline)

Banda Aceh – Mahasiswa mendesak Gubernur Aceh mencopot Kepala Dinas Pendidikan Aceh Anas M Adam dari jabatannya karena mutu pendidikan di provinsi itu semakin buruk.

Hal itu disampaikan belasan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Peduli Pendidikan Aceh (GMPPA) dalam unjuk rasa di halaman Kantor Dinas Pendidikan Aceh di Banda Aceh, Selasa (3/6).

“Pemerintah harus segera mencopot jabatan kepala dinas Aceh, karena buruknya prestasi pendidikan Aceh,”  kata Satria Rizki, koordinator aksi, dalam orasinya.

Dalam aksi tersebut mahasiswa juga mendesak Pemerintah Aceh mengevaluasi kinerja Dinas Pendidikan Aceh. Sebab, selama ini mahasiswa menilai dengan jumlah anggaran yang besar, tapi tidak ada perubahan dalam dunia pendidikan Aceh.

“Anggaran untuk pendidikan Aceh mencapai triliun, tapi tidak ada perubahan yang tampak terhadap pendidikan. Buktinya jumlah kelulusan ujian nasional masih di bawah Papua,” tandas dia.

Selain itu, pengunjuk rasa yang seluruhnya mahasiswa Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, itu juga menilai proyek yang dilakukan oleh dinas Pendidikan banyak yang tidak tepat sasaran, sehingga tampak seperti menghambur-hamburkan uang.

“Proyek yang dibangun tidak tepat sasaran dan tidak ada manfaat bagi pendidikan Aceh. Kalau sudah seperti ini pendidikan Aceh yang dirugikan,” jelasnya.

Dalam hal kurikulum 2013, Satria Rizki juga mendesak dinas pendidikan Aceh untuk menyosialisasikan di daerah terpencil, serta meningkatkan sumber daya manusia (SDM) khususnya guru di Aceh.

“Pemerintah Aceh di bawah kepemimpinan Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf untuk segera menuntaskan janji-janjinya. Dulu mereka berjanji dan harus ditepati khususnya bidang pendidikan,” tegasnya.

Setelah melakukan orasi bergantian selama beberapa jam, Kepala Dinas Pendidikan Aceh Anas M Adam turun langsung untuk menjumpai para pengunjuk rasa.

Di depan belasan mahasiswa, Anas M Adam menjelaskan kalau anggaran yang dikelola Dinas Pendidikan Aceh Rp900 miliar. “Tidak ada anggaran kami mencapai triliun. Kami hanya mengelola Rp900 miliar dan selebihnya kalau memang ada, dikelola oleh pihak lain,” jelasnya.

Anggaran Rp900 miliar tersebut, jelas Anas M Adam untuk membiayai pelatihan guru, beasiswa anak yatim dan pembelian alat laboratorium.

“Tugas kami hanya tiga saja. Selebihnya itu tugas kabupaten/kota. Kalau memang di daerah tidak ada guru, itu kalian pertanyaan ke Bupati atau Wali Kota. Jangan tanya sama kami,” tegasnya.

Untuk Kurikulum 2013, Anas M Adam menegaskan bahwa itu merupakan kurikulum nasional, bukan kurikulum Aceh dan saat ini itu masih tahap sosialisasi. “Kurikulum Aceh sedang disusun dalam Qanun baru, 2015 mungkin kurikulum Aceh sudah bisa dijalankan,” imbuhnya.

Masalah kelulusan untuk ujian nasional (UN) khususnya Aceh, Anas M Adam menambahkan pada tahun 2013 presentasi kelulusan siswa Aceh mencapai 97,39 persen.

“Kalau tahun 2014 jumlah kelulusan siswa Aceh mencapai 99 persen, berarti ini ada peningkatan, walaupun masih banyak yang tidak lulus, ini akan kami perbaiki sedikit demi sedikit,” tambahnya.

Saat ini, Anas M Adam mengatakan rangking guru Aceh tahun 2013 untuk tingkat nasional berada pada posisi 28 sedangkan pada 2012 hanya berada pada posisi 31.

“Berarti mutu Guru Aceh sudah meningkat, makanya 2014 ini kami akan fokus pada pelatihan guru,” demikian Anas M Adam. (acehonline)

Komentar










Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*