Novel Burung Terbang di Kelam Malam Telah Bereda di Pasar




downloadAceh Selatan News | Lhokseumawe – Novel terbatu Arafat Nur berjudul Burung Terbang di Kelam Malam (Bentang, 2014) telah meluncur di sejumlah toko buku di Jakarta dan di sekitar pulau Jawa. Sedangkan wilayah lainnya sedang dalam tahap penyaluran, termasuk di beberapa toko buku di Banda Aceh.

Selain itu, novel ini juga sudah mulai dijual di sejumlah toko buku online dan sejumlah masyarakat sudah mulai memesannya. “Saya berharap novel ini beredar dengan lancar sehingga mudah ditemukan oleh pembaca di seluruh Indonesia,” kata Arafat Nur kepada wartawan di Lhokseumawe, Minggu (23/2).

Novel ini beredar sesuai rencana, setelah sebelumnya sempat tertunda dari jadwal semula oleh sebab pergantian cover. Beberapa pembaca setia novel Arafat ini memang menanti dengan tak sabar. Novel barunya ini disebut-sebut menggunakan gaya cerita baru dengan selera pasar yang luas yang tidak hanya menyentuh pembaca serius, tapi juga sangat mudah dinikmati oleh kaum remaja.

Menurut penulisnya, Burung Terbang di Kelam Malam memiliki kisah yang berliku, tapi begitu mudah dicerna dan dinikmati oleh semua kalangan, termasuk oleh mereka yang tidak bisa dengan teks-teks sastra yang rumit. “Saya sengaja menyederhanakan hal yang rumit supaya bisa dicerna oleh kalangan yang lebih luas,” ujarnya.

Novel dengan tebal 392 halaman ini mengisahkan tentang petualangan Fais, seorang juru warta muda yang mengungkap kebusukan seorang pejabat pemerintah, dengan bumbu cinta romantis. Sehingga novel ini termasuk dalam genre sastra politik romantis yang sangat menghibur dan mencerahkan.

Kisah dalam novel ini juga menegangkan, sedih, haru, dan humoris, sebagaimana juga ciri khas dalam novelnya Lampuki (serambi, 2010) yang telah menyabet dua penghargaan bergensi tingkat nasional, yaitu pada sayembara novel Dewan Kesenian Jakarta 2010 dan Khatulistiwa Literary Awar 2011.

Arafat Nur berharap novel ini bisa diterima dan mendapatkan sambutan baik dari khalayak pembaca di Indonesia yang lebih luas. “Saya pikir kita juga harus memperhatikan selera dan minat pembaca. Untuk itulah saya menuliskan novel ini, dengan harapan orang Indonesia gemar membaca dan menyukai sastra sebagai bacaan yang menghibur sekaligus mencerdaskan,” tukasnya. (rilis)

Komentar










Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*