Operasi Pasar oleh Pemkab Aceh Selatan Dinilai Tak Tepat Sasaran




IMG_20160613_102259Aceh Selatan News | Tapaktuan – Operasi pasar dan pasar murah yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM) dinilai tidak tepat sasaran.

LSM Lembaga Independen Bersih Aceh Selatan (Libas) menilai program operaai pasar yang digelar tidak menyentuh masyarakat miskin.

“Seharusnya yang miskin didahulukan, yang mampu stop dulu biar operasi pasar ini dirasakan kalangan bawah,” ungkap Ketua Libas, Mayfendri, SE saat melihat operasi pasar di Tapaktuan, Senin (13/6/2016).

Menurutnya sebaiknya didahulukan yang benar-benar mebutuhkan apalagi kegitan ini menggunakan anggaran negara jadi harus menyentuh masyarakat miskin.

“Itu ada yang PNS, ada juga istri pejabat. Diutamakan yang benar-benar membutuhkanlah,” ungkap Mayfendri.

Sementara Saiful Rahman, SE, Kabid Perdagangan Disperindagkop dan UKM mengakui ada beberapa yang pegawai negeri sipil yang menjadi penerima belanja sembako murah, tapi hal tersebut tidak dapat dihindari karena mereka juga masyarakat.

“Tapi kalau ada yang berpakaian pns kita tetap tidak prioritaskan,” terangnya.

Sedangkan Kepala Disperindagkop dan UKM Ridwansyah,SE memastikan pihaknya meminimalisir penerima dari kalangan atas namun dia membenarkan ada PNS yang juga ikut mendapat sentuhan pasar murah.

“Kita kan Tim ada Kapolsek, ada staf camat dan sejumlah staf, sebenarnya tidak boleh, kalau PNS golongan I atau II tidak apa-apa,” ungkap Ridwan.

Dalam operasi pasar dan pasar murah yang digelar pemerintah kabupaten tersebut memberikan subsidi terhadap sejumlah kebutuhan pokok dengan total subsidi perpaket Rp.48 ribu.(Iy)

Komentar










Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*