PAD Aceh Selatan Meningkat Pesat

Kadis DPKKD Aceh Selatan, Diva Samudra Putra SE MM
Kadis DPKKD Aceh Selatan, Diva Samudra Putra SE MM
Kadis DPKKD Aceh Selatan, Diva Samudra Putra SE MM

Aceh Selatan News | Tapaktuan – Realisasi pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Aceh Selatan mengalami peningkatan signifikan dari tahun 2013 yang hanya Rp 36,181 miliar mengalami peningkatan pesat hingga pada tahun 2016 mencapai Rp. 125, 871 miliar.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Aceh Selatan, Diva Samudera Putra SE MM mengatakan, sejak tahun 2014 realisasi PAD Aceh Selatan selalu berada diatas target dan menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan setiap tahun.

“Intensifikasi pajak terus dilakukan diantaranya mendorong Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah untuk secara intensif menagih pajak dengan langsung mendatangi objek pajak. Sehingga secara berturut-turut sejak Tahun 2014 PAD Kabupaten Aceh Selatan terus mengalami peningkatan yang signifikan dan selalu berhasil mencapai nilai diatas jumlah yang ditargetkan,” ujar Diva Samudera Putra saat dijumpai diruang kerjanya, Senin (5/6/2017).

Selain itu menurut Diva, Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan dibawah kepemimpinan HT Sama Indra SE dan Kamarsyah S.Sos MM giat melakukan ekstensifikasi sumber-sumber pajak baru.

“Peningkatan PAD bersumber dari pajak dan distribusi daerah termasuk Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB),” ujarnya.

Pada tahun 2013 PAD Aceh Selatan sebesar Rp. 36,181 miliar meningkat menjadi Rp. 75,721 miliar pada tahun 2014 hal tersebut melebihi target PAD yang hanya Rp. 73,784 miliar atau dengan capaian 103,63 persen. Pada tahun selanjutnya, 2015 PAD terus bergerak maju dengan realisasi Rp. 96,601 miliar dari target Rp. 92,937 miliar atau kembali melebihi targer yakni 103,94 persen.

Bahkan pada tahun 2016 dari target PAD Rp. 120, 282 miliar, Realisasinya menembus Rp. 125,871 miliar. Lagi-lagi melebihi target atau dengan persentase capaian 104,65 persen.

“Saya salut dengan kepemimpinan Bupati saat ini yang telah berupaya mendorong kinerja satuan kerja perangkat kabupaten (SKPK) untuk meningkat PAD dan mendorong kinerja pengelolaan keuangan daerah yang baik,” kata Diva.

Bupati sangat jeli dalam melihat potensi PAD dan kemampuan SKPK dalam mendrong lajunya peningkatan PAD.

“Kami sebagai leding sektor peningkatan PAD terus berupaya mengejar ketertinggalan dalam sektor peningkatan PAD dari priode sebelumnya dan pengelolaan keuangan yang baik dibawah bimbingan profesional dari Bupati.

Keberhasilan realisasi PAD Aceh Selatan secara berturut-turut itu tidak terlepas dari kebijakan Bupati Aceh Selatan yang sangat serius menggenjot perolehan PAD dari semua sektor di masing-masing Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK),” terang Diva.

Jika PAD terus meningkat, kata Diva maka Aceh Selatan mendapat Dana Intensif Daerah (DID) transfer dari pusat ke daerah dan dicatat ke APBK.

“Untuk tahun 2017 Aceh Selatan menerima sebesar Rp. 51 miliar dana DID untuk pertama kalinya sejak Aceh Selatan berdiri,” ungkapnya.

Untuk mendapatkan DID ada tiga syarat yang harus dipenuh yakni Pajak dan fiskal daerah baik, pembahasan APBK tepat waktu dan meraih opini wajar tanpa pengecualian (WTP).

“WTP yang kita raih pada tahun 2016 berdasarkan pemeriksaan laporan keuangan tahun 2015 merupakan pembuka kunci untuk meraih dana DID,” pungkas Diva Samudera.(Iy)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*