Pansus III DPRK Aceh Selatan Sebut Pembangunan Puskesmas Kluet Selatan Tidak Sesuai Aturan Teknis

IMG_20160623_134057Aceh Selatan News | Kluet Selatan – Tim Panitia Khusus (Pansus) Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Selatan yang melakukan pengecekan ke Puskesmas Kluet Selatan, Kamis (23/6/2016) menemukan pengerjaan bangunan tidak sesuai aturan teknis.

“Dari hasil tinjauan dilapangan struktur atas bangunan tidak sesuai dengan aturan teknis dimana balok bertulang top gevel yang fungsinya sebagai pengikat bangunan bagian atas antara atap dengan bangunan bawah tidak dibuat sehingga mudah copot atap saat diterpa angin,” ungkap ketua Pansus III, Masridha ST.

Tim pansus III meminta agar dinas kesehatan Kabupaten Aceh Selatan menegur pihak rekanan terkait temuan dilapangan tersebut.

“Kami harapkan kepada dinas kesehatan agar memerintahkan kepada rekanan agar memperbaiki kerusakan sesuai dengan teknis yang seharusnya bukan asal siap sehingga tidak terulang lagi dan membahayakan jiwa orang,” harap Masridha.

Sementara anggota pansus lainnya, Rasmadi menilai seluruh bangunan puskesmas yang dikerjakan CV Pondok Indah Sejahtera yang menelan anggaran 3,7 miliar lebih itu dikerjakan tidak professional.

“Bisa dikatakan semua bangunan yang dibangun di puskesnas Kluet Selatan memiliki kualitas bangun tidak sesuai spek,” kata, Rasmadi.

Tim pansus III diikuti oleh ketua, Masridha ST, Wakil ketua, Tgk Adi Zulmawar, anggota Yenni, Rasmadi dan Kamalul.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Selatan, Mardaleta, M.Kes yang ditemui diruangannya membantah sangkaan yang disampaikan tim pansus. Menurutnya sesuai laporan konsultan pengawas puskesmas Kluet Selatan tersebut kepada dirinya pembangunan maupun perbaikan yang sedang dilakukan sudah sesuai spesifikasi bangunan.

“Lebih baik berjumpa dengan kontraktornya saja, sudah pasti sesuai spek karena barusan saya telpon konsultannya dan sudah disampaikan sesuai spesifikasi,” ungkap Mardaleta.

“Saya telpon konsultan pengawasnya, Adi Safrijal dia membantah tudingan DPRK yang mengatakan pembangunan puskesmas tersebut tidak sesuai bestek,” tambah Mardelata.

Dihadapan wartawan Aceh Selatan News kepala dinas kesehatan kembali menelpon konsultan pengawasan dan meminta untuk turun melakukan pengecekan langsung.

Saat coba dimintai dokumen kontrak Mardaleta kembali mengelak dan tidak memberikan dukumen tersebut tanpa alasan yang jelas.

“Itu jangan dulu, untuk apa kontrak kalau bisa jangan ditulis dulu,” pungkasnya.(Iy)

Komentar