Pelajar di Aceh Selatan Kedapatan Berkeliaran Saat Jam Belajar


berita_249045_800x600_Bup_as.3_Aceh Selatan News | Tapaktuan – Kedisplinan sejumlah sekolah di Kabupaten Aceh Selatan dinilai masih lemah terbukti banyak anak sekolah yang berkeliaran ditempat umum seperti pusat perbelanjaan dan objek wisata.

Hal itu terungkap saat Bupati Aceh Selatan HT Sama Indra, SH dan rombongan melakukan peninjauan Pasar Minggu (uroe pekan) di Pusat Perbelajaan Pasar Rundeng Kecamatan Kluet Selatan, Rabu (17/2/2016).

Tampak ikutserta dalam rombongan bupati diantaranya diantaranya Kepala Bappeda, Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Kepala Dinas Pendidikan dan Unsur Muspika Kecamatan setempat.

Pada kesempatan itu saat keseriusan bupati mengadakan dialog dengan Nyak-Nyak pedagang pengecer bupati melihat seorang anak usia sekolah sedang meminta sumbangan untuk sebuah yayasan di Kecamatan Sawang, sambil menyodorkan proposal kopian yang telah lusuh.

Melihat gelagat yang tidak pantas itu, Bupati HT Sama Indra lalu memanggil anak tersebut sambil menanyakan nama dan meminta identitas sekaligus kopian proposal yang ditangannya.

Anak tersebut berinisial AM (Azlan Maulana) murid SMP 5 Kluet Utara/Krueng Batu. setelah diwawancarai anak yang memakai tas ransel yang didalamnya baju seragam sekolah yang hanya memakai sandal, lalu dibelikan sepasang sepatu oleh Bupati dan sebuah jam tangan.

Menurut pengakuan AM, mereka berdua melakukan kegiatan ini dengan seorang temannya berinisial Saf (Safrizal) tapi cepat melarikan diri dalam keramaian pasar sehingga tidak dapat di tangkap.

Setelah diberikan nasehat oleh Bupati yang disaksikan Kadis Pendidikan Aceh Selatan Drs. Martunis, lalu anak tersebut diserahkan kepada kepala sekolah SMP 5 Kluet Utara ARBAIN, disimpang empat Kota Pajar.

“Kegiatan mengedarkan proposal tersebut ada orang yang mengkoordinasikan untuk kepentingan pribadi, kegiatan ini tidak diperkenankan apalagi memperkerjakan anak dibawah umur,”ujar HT Sama Indra.

Dalam pemantaun pasar rakyat mingguan itu, Bupati HT.Sama Indra juga menyatakan bangga dan gembira karena sebagian besar barang yang diperjual belikan masih hasil produksi daerah sendiri, seperti sayur-sayuran, cabe, biji kopi, buah-buahan, ikan, ayam, ternak dan berbagai hasil pertanian lainnya.”Begitupun juga masih ada barang pasokan dari luar daerah,”tambahnya.

Sementara itu dalam perjalanan ke Pasar Minggu (Uroe Peukan) di simpang Rundeng Kluet Selatan Bupati juga menangkap tiga orang anak SMP 2 Tapaktuan yang keluyuran ditempat objek wisata Panorama Hatta.

Ketiga anak tersebut juga diantar kesekolahnya dan pada kesempatan itu Bupati Aceh Selatan itu mengharapkan kepada kepala sekolah dan dewan guru untuk dapat meningkatkan kedisiplinan dan tidak ada anak yang keluyuran pada saat jam sekolah.(rri)

Komentar