Pemerintah Gagal Kendalikan Rupiah?

rupiahAceh Selatan News | Jakarta – Wakil Ketua Komisi XI DPR Harry Azhar Aziz mengatakan, pemerintah gagal dalam mengendalikan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS. Hal ini terbukti dari pelemahan rupiah yang hampir mendekati level Rp 12.000 per dollar AS.

“Yang jelas, kondisi rupiah tahun ini tidak sesuai dengan asumsi APBN. Apa kesimpulan kita, pemerintah gagal (mengendalikan rupiah),” kata Harry saat ditemui di Gedung DPR Jakarta, Rabu (28/8) malam.

Dalam rapat kerja dengan Badan Anggaran DPR sekaligus rapat kerja dengan Komisi XI DPR, pemerintah menyampaikan pergerakan rupiah rata-rata hingga akhir tahun akan mencapai Rp 10.000-10.200 per dollar AS. Padahal, dalam asumsi makro yang disampaikan dan disahkan di APBN Perubahan 2013, rupiah dipatok di level Rp 9.600 per dollar AS.

Namun, Harry juga mengaku kaget. Dalam pertemuan dengan Komisi XI awal pekan ini, Menteri Keuangan Chatib Basri selalu menyebut bahwa nilai tukar rupiah tahun ini berada di level Rp 9.750 per dollar AS, bukan di level Rp 9.600 per dollar AS. “Makanya saya agak heran, berkali-kali Menteri Keuangan mengatakan Rp 9.750, apakah dia menggunakan angka ekspektasi 2014. Makanya ini saya mau pastikan, asumsi makronya berapa,” tambahnya.

Harry juga semakin kesal dengan pemerintah karena pergerakan rata-rata rupiah di 2014 versi pemerintah justru lebih tinggi, yaitu di level Rp 10.500-10.800 per dollar AS. Padahal, kata Harry, bila pemerintah bisa melakukan perbaikan ekonomi, seharusnya nilai tukar rupiah menguat, bukan malah menurun.

“Makanya itu kontradiksi. Padahal kita kemarin berharap pemerintah mampu menekan sesuai angka APBN Perubahan. Pemerintah kan diberi mandat oleh rakyat, cuma pemerintah Anda kan tahu sendiri sekarang kondisinya,” jelasnya.(kompas)

Komentar