Pemkab Aceh Selatan Tegur Pangkalan Gas Elpiji 3 Kg

Aceh Selatan News | Tapaktuan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Selatan akan menegur pangkalan LPG 3 Kg yang disinyalir menjual di atas HET (harga eceran tertinggi) kepada pengecer. Sehingga tertangkapnya pengecer, pasangan suami istri oleh polisi dari Satreskrim Polres Aceh Selatan,  Rabu 27 Desember 2017 lalu.

Informasi tersebut disampaikan oleh Kepala Bagian (Kabag) Ekonomi Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Aceh Selatan, Fujiyanto, S.STP kepada Aceh Selatan News di Tapaktuan, Kamis (11/1/2018). Karena menurutnya, berdasarkan ketentuan pangkalan hanya diperbolehkan menjual LPG 3 kg kepada masyarakat miskin dan UMKM.

“Surat teguran telah kita naikan kepada pimpinan, setelah ditandatangani, nanti kita berikan kepada pimpinan LPG 3 kg yang beralamat di Gampong Padang, Kecamatan Tapaktuan itu,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sebelum terjadi penangkapan terhadap  pengecer yang menjual LPG 3 kg diatas HET, terlebih dahulu polisi meminta data  pangkalan maupun pedagang pengecer yang mengantongi izin.

“Pengecer yang ditangkap ini membeli LPG  3 kg di pangkalan resmi dengan menggunakan 1 unit mobil jenis Pick-Up, lalu menjualnya diatas harga HET,” jelasnya.

Atas kejadian tersebut, sambungnya, Pemkab Aceh Selatan terlebih dahulu menegur pimpinan pangkalan. Jika    nanti juga melakukan perbuatan yang sama akan diberi sanksi tegas.

“Apabila pangkalan ini kedapatan lagi menjual diatas HET kepada pengecer, nanti akan kita beri sanksi tegas, dengan mencabut izin pangkalan,” tegasnya.

Fujiyanto menyebutkan, paska penangkapan pengecer, banyak pihak mulai mencari tahu  tentang bagaimana tata cara mengurus izin penjualan LPG. Karena kebanyakan pedagang kios, selain menjual kebutuhan pokok, juga memanfaatkan peluang dengan menjual LPG 3 kg.

“Untuk pengurusan izin, Pemkab Aceh Selatan  akan mengeluarkan izin  apabila pedagang telah memiliki rekomendasi dari penyalur atau agen resmi LPG,” tuturnya.

Ketika menjawab pertanyaan terkait sejauh mana peran Pemkab Aceh Selatan mengawasi pangkalan maupun pedagang pengecer, sehingga terjadi penjualan Gas 3 kg diatas HET. Fujiyanto menyatakan, sejauh ini pengawasan telah dilakukan di pangkalan resmi.

“Pengawasan terhadap pangkalan resmi di Aceh Selatan selama ini rutin kita lakukan. Hanya saja, kedatangan truk pembawa LPG 3 kg ini  berselang 2 hari. Sehingga target pengawasan kita berdasarkan laporan masyarakat,” paparnya.

Ia menambahkan, seperti salah satu pangkalan di Labuhanhaji belum lama ini, atas laporan masyarakat setempat, sebelum truk pembawa LPG tiba, pihaknya  sudah stanbay di lokasi.

“Jika ada pangkalan yang dilaporkan masyarakat akan menjadi target kita untuk mengawasi secara ketat. Karena, dengan jumlah pangkalan resmi  lebih kurang sebanyak  60 unit di Aceh Selatan ini, maka perlunya pengawasan masyarakat, karena LPG 3 kg bersubsidi ini khusus untuk masyarakat miskin dan UMKM,” imbuhnya. (Ran)

1 Komentar

  1. Itu sudah lama terjadi,karena kurang pekanya Pemda setempat.maka utk itu perlu nya pengawasan yg lebih…di SPBU Tapaktuan aja melayani agen agen pengecer,bukan utk masyarakat….

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*