Pemkab Aceh Selatan Tutup PT PSU

tambang1Aceh Selatan News | Tapaktuan – Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan melakukan penutupan terhadap seluruh Aktifitas Perusahan Pinang Sejati Utama (PT PSU), Penutupan yang dilakukan oleh Bupati Aceh Selatan, T Sama Indra ini dampak dari tunggakan iuran yang hingga kini nilainya mencapai 2,4 milyar rupiah.

Bupati melakukan penutupan terhadap pelabuhan Rakyat Sebaeh, Sesuai dengan surat Bupati Nomor : 552/637/2013 Tanggal 21 April 2013 Tentang penutupan pelabuhan umum rakyat Sebadeh yang merupakan otoritas Pemerintah daerah (pemda) Aceh Selatan dalam pengelolaan pelabuhan rakyat ini.

“ Tentu ketika bupati mengeluarkan surat ini terdapat beberapa kewajiban yang belum dipenuhi oleh perusahaan dalam hal ini PT PSU, adapun kewajiban yang belum dipenuhi oleh PT PSU sejak tahun 2011, 2012 dan 2013 nilainya mencapai 2,4 M yang merupakan iuran yang seharusnya dibayarkan oleh perusahaan untuk daerah dalam hal ini pemkab Aceh Selatan,” Ujar Kepala Dinas Perhubungan Aceh Selatan, Drs Tio Achriyat kepada wartawan, Sabtu (21/6).

Biaya tunggakan yang mencapai Milyaran rupiah tersebut meliputi sewa pelabuhan umum, sejak 2011 hingga saat ini, pemerintah daerah telah beberapa kali menyurati perusahaan yang bersangkutan, Baik mantan bupati Husein Yusuf Maupun bupati yang menjabat saat ini.

T Sama Indra sudah 2 kali menyurati perusahaan tersebut sebelum akhirnya melakukan penceklan terhadap aktivitas perusahaan tersebut (red-PT PSU).

“ Kemarin Akhirnya bupati menerbitkan surat tersebut dan hari ini 21 Juni 2013 kita melakukan penutupan sebagai upaya menjaga harkat dan martabat daerah dalam menggali hasil – hasil pendapatan daerah dalam hal ini pelabuhan,” Tegasnya.

Tio menilai tidak adanya tanggapan serius dari pihak perusahaan dalam menanggapi penyuratan yang dilakukan oleh pihak pemkab Aceh selatan, “ Tidak pernah ditanggapi secara serius surat yang dilayangkan bupati, bahkan tunggakan yang sudah terjadi sejak 2011 tak dilunasi sudah seperti pelecehan,” Sesalnya.

Apakah ini nanti beriringan dengan penutupan yang lain, kita belum tahu, “ Ini merupakan penegakan keadilan, harkat dan martabat daerah,” Tandas Tio.

Sebelumnya beberapa waktu lalu DPRK Aceh Selatan merekomendasikan kepada pemerintah kabupaten untuk menghentikan sementara seluruh operasional PT Pinang Sejati Utama (PSU) dan Koperasi Serba Usaha (KSU) Tiga Manggis yang mengeksploitasi tambang biji besi di pegunungan Desa Simpang Tiga, Kemukiman Menggamat, Kecamatan Kluet Tengah.

Rekomendasi tersebut diputuskan DPRK setelah pimpinan dewan bersama Komisi D yang membidangi pertambangan menggelar rapat tertutup di ruang rapat lantai satu gedung DPRK, Selasa 7 Mei 2013. Dalam rapat itu DPRK secara mendadak juga memanggil beberapa kepala dinas terkait seperti Kadis Pertambangan, Kadis Keuangan, Kadis Perhubungan dan Kepala Kantor Perizinan Terpadu.

Selain dinas-dinas tersebut, DPRK juga berupaya mendatangkan pimpinan PT PSU dan KSU Tiga Manggis, tapi hingga rapat berakhir, pimpinan kedua perusahaan tak kunjung hadir.

“Kami atas nama DPRK Aceh Selatan merekomendasikan atau meminta Pemkab Aceh Selatan menutup sementara seluruh operasional tambang itu, sampai seluruh kewajibannya kepada daerah dilunasi sesuai perjanjian atau kontrak kerja sama yang telah dibuat sebelumnya,” kata Wakil Ketua Komisi D, Said Saiful menjawab konfirmasi wartawan usai rapat.(iy)

Komentar