Pemuda Sederhana Ini Berjuang Untuk Aceh Selatan Yang Lebih Baik Lagi




602820_667722306590946_1060802789_naaaanAceh Selatan News | Sosok – Ingin membangun Aceh Selatan menjadi lebih baik adalah cita-citanya saat ini. Ya, inilah salah satu impian Anharullah. Ia seorang pemuda kelahiran Gampong Simpang Tiga kecamatan sawang Kabupaten Aceh Selatan. Mungkin bagi sebagian orang cita-citanya itu terkesan berlebihan. Namun, tidak demikian bagi pria yg akrab di sapa Aan ini.

Ia tetap optimis bisa membangun Aceh khususnya Aceh Selatan yang lebih baik. Terutama kini ia menjadi bagian dari agen perubahan Maju melalui partai HANURA.Pria kelahiran 32 tahun lalu ini bukan sekedar ikut trend ingin terjun ke dalam dunia politik.

Minatnya pada bidang politik sudah nampak sejak ia masih dibangku Madrasah Tsanawiyah dan mendalami pendidikan di fakultas ilmu politik Universitas Iskandar Muda Banda Aceh. Sederet aktivitasnya di organisasi politik sejak masih kuliah pun bisa menjadi pengalaman yang dapat diandalkan.Diantaranya, Anharullah aktif di organisasi non pemerintahan sebagai aktivis LSM Emphathy Institute, organisasi direktur eksekutif Cendikia Muda Aceh sekarang dan juga di Ikram Institute.

Berbekal pengalaman-pengalamannya tersebut, putra kedua dari pasangan M.Husein Djakfar dan Marnilawati ini makin mantap memilih jalur politik sebagai kendaraan mewujudkan cita-citanya dan cita cita perubahan didalam masyarakat.apalagi orangtua yang selalu mendidik dan memberikan mimbingan terhadapnya dengan berprilaku saling menghargai sesama,toleran,dan mengajarkan nya apa arti demokrasi sejak dini oleh orang tuanya dengan membebaskan jalan hidup untuk Anhar , tak hanya itu, ternyata pemuda yang juga alumni Madrasah Tsanawiyah di Alupaku Sawang Aceh Selatan,Madrasah Aliyah Negeri di Gayo Lues ini pun sejak awal memang sudah bertekad membangun Aceh Selatan secara simultan.Ini terbukti dengan sempatnya ia mendirikan media lokal aceh seperti Koran Gayo di Gayo Lues, dan Media Mingguan Media Aceh juga mendirikan pustaka Mini di Kota dingin Galus untuk anak anak yang mendiami kota seribu bukit walaupun akirnya ditutup karna ia dipindah tugaskan ke kawasan lain.

Harapannya saat itu, melalui media massa dapat menjadi kontrol sosial untuk mengawal proses-proses pembangungan yg tengah berjalan. Hingga kini, ia pun masih aktif menjadi jurnalis ( WARTAWAN ) disebuah stasiun TV swasta Nasional.Menurut Anharullah kebulatan tekad membangun Aceh Selatan ini bisa berjalan makin terarah jika dibarengi dari dalam diri kecintaan pada Aceh Selatan Khususnya Sawang dan Meukek.

“rasa cinta terhadap bumi aceh Khususnya Aceh Selatan saya rasa sama dengan para pendahulu saya sperti Teuku Umar,Cut Nyak Dien,Cut Mutia ,Pocut Baren,Inen Manyak Tri,Raja Linge para pejuang pejuang dahulu dalam membangun Aceh,kecintaan terhadap Aceh Selatan umumnya Aceh dengan tidak berprilaku koruptif dengan tidak melakukan pembiayaran pemerintah berlaku zalim,bagi saya seperti itulah rasa cinta saya terhadap Aceh. Khususnya Sawang Dan Meukek umumnya Aceh.apalagi Provinsi Aceh termasuk provinsi terkorup di indonesia” demikian tuturnya.

Ia pun meyakini, pembangunan Aceh Selatan mungkin tak akan semudah yang dibayangkan. Apalagi tanpa bimbingan agama yg bisa menjadi kontrol diri dalam menjalani berbagai bidang kehidupan termasuk politik.Semoga Aceh Selatan menjadi lebih baik di masa mendatang.

Komentar










Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*