Penculik Anak Resahkan Warga Tapaktuan

 

ilustrasi-penculikan-anak-_140618133534-615Aceh Selatan News | Tapaktuan – Kendati pelaku percobaan penculikan  gagal melakukan aksinya terhadap Khazi balita 2 tahun, beberapa hari lalu, namun setidaknya atas kejadian tersebut membuat warga Kecamatan Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan resah dan khawatir diduga pelaku masih berkeliaran di Tapaktuan untuk  mencari target lainnya.

Sejumlah ibu rumah tangga yang juga berprofesi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) kepada wartawan di Tapaktuan, Rabu (15/3/2017) mengatakan, kendati pelaku gagal menculik anak, namun dikhawatirkan pelaku masih berkeliaran di Tapaktuan.

“Kami yang memiliki anak kecil juga merasa cemas, karena pelaku belum tertangkap, dikhawatirkan akan mencari sasaran lainnya,” ujar salah seorang PNS yang enggan menyebutkan namanya.

Kekhawatiran itu bukan saja dialami orang tua yang mempunyai anak usia sekolah seperti PAUD maupun SD. Tetapi juga dialami dewan guru yang ikut mewanti-wanti anak didiknya, agar jangan pulang sendirian ke rumah. Jika pulang harus menunggu jemputan dari orang tua.

Terkait hal itu,  Kapolres Aceh Selatan, AKBP Achmadi, S.IK yang dikonfirmasi wartawan melalui Kapolsek Tapaktuan, AKP Mustafa membantah adanya kasus penculikan anak di komplek perumahan Keutapang Graha, LK 2 Gampong Lhok Keutapang yang terjadi beberapa hari lalu itu.

“Kita telah telusuri kasus tersebut dan juga telah meminta keterangan dari aparat Gampong Lhok Keutapang, aparat gampong menyebutkan bahwa pelaku yang diduga ingin menculik anak itu, tak lain adalah cowok si Oktavia yang mengasuh anak itu sendiri,” jelasnya.

Sebagaimana diketahui, Khazi, putra dari Yuliansyah dan Wirda, warga LK 2 Gampong Lhok Keutapang, Kec. Tapaktuan nyaris menjadi korban penculikan oleh orang tak dikenal (OTK) pada Jum’at lalu.

Saat itu, di komplek perumahan Keutapang Graha sekira pukul 11.40 WIB, pelaku yang menggunakan honda jenis Beat warna merah mencoba merebut Khazi dari gendongan Oktavia (20), keponakan Wirda.

Namun aksi tersebut gagal dilakukan pelaku, karena saat merebut Khazi, telpon selular pelaku berdering karena panggilan masuk. Ketika pelaku menerima panggilan masuk itu serta merta pelaku langsung kabur ke arah jalan perbukitan. Ketika dikejar oleh warga setempat hingga ke arah Gampong Hilir, pelaku tidak ditemukan.(Ran)

Komentar