Pengurus DPC IKABOGA Aceh Selatan Dilantik

Ketua Ikaboga Aceh Selatan, Eka Yusra sedang menyampaikan kata sambutannya saat acara pelantikkan, Senin (4/5), Photo/Imran Samad
Ketua Ikaboga Aceh Selatan, Eka Yusra sedang menyampaikan kata sambutannya saat acara pelantikkan, Senin (4/5), Photo/Imran Samad

Aceh Selatan Nes | Tapaktuan – Pengurus DPC Ikatan Ahli Boga Indonesia (Ikaboga) Aceh Selatan dilantik oleh Ketua DPD Ikaboga Aceh, Hj. Ismaniar, SE bertempat di Aula Kantor Arsip dan Perpustakaan, jalan T. Cut Ali Tapaktuan, Senin (4/5).

Acara pelantikan tersebut turut  dihadiri Sekdakab Aceh Selatan, Drs. H. Harmaini, M.Si, unsur Muspida plus, Kepala SKPK, sejumlah Anggota DPRK, Ketua IWAPI Aceh Selatan, Aida Rusli dan undangan lainnya. Adapun 28  pengurus DPC Ikaboga Aceh Selatan yang dilantik  itu, di antaranya yakni,  Eka Yusra (Ketua), Sri Kurnia Ningsih (Sekretaris) dan Cut Nadya (Bendahara).

Ketua Ikaboga Aceh, Hj. Ismaniar mengatakan, potensi kuliner di Aceh Selatan harus digenjot, karena khasanah kuliner di daerah ini cukup besar hanya saja belum digali dengan baik.

“Untuk itu, perempuan Aceh Selatan harus dapat meramu potensi kuliner yang ada, karena bisnis kuliner sangat menjanjikan di era sekarang ini,” ujarnya.

Menurutnya, potensi wisata di daerah penghasil pala itu sangat menjanjikan sehingga pihaknya sangat tertarik untuk mengesksposnya, terutama Tapaktuan, khususnya bidang wisata. Bila wisatanya bagus maka disitu pula tata boganya akan menjadi prosfek dan   menjadi tumbuh pesat.

“Mari kita angkat khasanah masakan  ciri khas Aceh khususnya ciri khas masakan  Aceh Selatan, sehingga masakan ciri khas daerah kita akan dikenal oleh orang luar,” ucapnya.

Ketua Ikaboga  Aceh Selatan, Eka Yusra, seusai acara kepada acehselatan.comn mengutarakan, melalui organisasi ini, kita harapkan skill   perempuan di Aceh Selatan akan mampu  memacu potensi dirinya  untuk menunjang pembangunan, khususnya di bidang boga.

Perempuan harus berani menonjolkan potensi daerahnya, dan bisa berinovasi menciptakan menu masakan khas Tapaktuan, dan Aceh Selatan pada umumnya.  Untuk mencapai hasil yang maksimal tersebut, maka hendaknya perempuan Aceh Selatan harus mampu menjalin kerjasama dengan semua pihak, termasuk mampu menjadikan potensi Aceh Selatan sebagai pendorong ekonomi bagi masyarakat.

“Kita perempuan Aceh Selatan punya sejarah, sebagai  perempuan pekerja yang tangguh, maka mari kita angkat kembali  ketangguhan tersebut melalui boga,”  ucapnya.

Eka Yusra menambahkan, melalui  boga juga  diharapkan akan  menjadi peluang ekonomi  bagi kalangan yang selama ini menguliti bidang kuliner, sehingga bisa menjadi sumber inkam perkapital pendapatan masyarakat.

“Melalui organisasi Ikaboga ini saya ingin menyalurkan ilmu dan  kemampuan saya untuk bisa bermanfaat bagi masyarakat, di bidang boga,” imbuhnya. (ran).

Komentar