Penyulingan Pala di Aceh Selatan Gulung Tikar

IMG-20170527-WA001

Aceh Selatan News | Pasieraja – Dampak makin berkurangnya habitat tanaman pala dalam kurun beberapa tahun terakhir di beberapa kawasan dalam Kabupaten Aceh Selatan, menyebabkan penyuling (ketel) pala memilih menutup usahanya. Karena bahan baku sulit didapati oleh agen-agen besar yang selama ini menjadi langganan penyulingan pala untuk dijadikan minyak.

Sebagaimana hasil penelusuran Aceh Selatan News di sentra penyulingan pala milik Safaruddin, Warga Gampong Pucuk Krueng, Kecamatan Pasieraja, akhir Februari 2017 lalu. Di lokasi tidak terlihat adanya aktivitas penyulingan  sama sekali. Usaha yang telah dirintisnya puluhan tahun lalu itu terpaksa berhenti, karena minimnya bahan baku.

Safaruddin mengatakan, sulitnya mendapat bahan baku, karena tanaman pala milik masyarakat banyak yang sudah mati di serang hama. Padahal hasil penyulingan minyak pala miliknya itu sejak tahun 2009 telah menjalin kerja sama dengan perusahaan asing.

“Kontrak tersebut terpaksa saya putuskan pada tahun 2015 lalu, karena tidak sanggup memenuhi permintaan perusahaan, disebabkan minimnya pasokan biji pala dari petani,” tuturnya.

Ia melanjutkan, padahal penyulingan minyak pala tersebut mampu menyerap tenaga kerja yang ada di Gampong Pucuk Krueng. Selain itu, biaya yang telah dikeluarkan untuk pembuatan penyulingan tidak sedikit jumlahnya.

“Tenaga kerja yang  berjumlah  4 sudah tidak bekerja lagi, seharusnya yang 4 orang itu berbagi tugas,  2 bertugas  siang dan 2 bertugas malam,” ujarnya.

Sejumlah warga setempat menimpali, dengan tidak beroperasinya penyulingan minyak pala sehingga masyarakat sudah kehilangan mata pencarian. Karena tempat penyulingan pala selain bisa menampung tenaga kerja, juga biji pala yang di jual petani, harganya lebih tinggi ditampung oleh penyuling, dari pada dijual keluar.

“Untuk itu, atas nama masyarakat, kami sangat berharap kepada pemerintah supaya serius menangani persoalan penyakit pala yang hingga kini belum dapat diatasi. Padahal tanaman ini sempat menjadi primadona unggulan di Aceh Selatan,” harapnya.(Red)

Komentar

IKLAN DPMG II