Peserta Workshop dan Satgas Desa Hijau Kunjungi Lhok Rukam

Aceh Selatan News | Tapaktuan – Para peserta Workshop dan Tim Penyusunan Rencana Kerja Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Desa Hijau Kabupaten Aceh Selatan, mengunjungi Gampong Lhok Rukam, Kecamatan Tapaktuan, Jum’at (12/1/2018) pukul 10.00 WIB.

Kunjungan tersebut merupakan rangkaian kegiatan Workshop yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Selatan melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Workshop dilaksanakan selama dua hari dan dibuka oleh Sekdakab Aceh Selatan, H. Nasjuddin, SH, MM di Aula Gedung Bappeda, Kamis (11/1) kemaren.

Narasumber diantaranya, Ade Indriani Zuchri (Ketua Umum Sarekat Hijau Indonesia), DR Suparman, M.Si (Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Tadulako – Palu), DR TB Massa Djafar (Direktur Program Doktoral Universitas Nasional Jakarta), dan Ellie Lovett, MA (Tenaga Ahli dari Australia). Juga turut dihadiri Staf Khusus Bupati Mamuju Utara (3 orang), Kepala Bappeda Kabupaten Mamuju Utara beserta Sekretaris dan Kabidnya.

Kegiatan workshop merupakan tindaklanjut Pencanangan Desa Hijau di Gampong Lhok Rukam yang telah dilaksanakan pada bulan November Tahun 2017 lalu oleh Staf Khusus Presiden RI, Lennis Kogoya. Juga berdasarkan SK Bupati Aceh Selatan Nomor 114 Tahun 2017 tentang Pembentukan Satuan Tugas Percepatan Gampong Hijau Kabupaten Aceh Selatan.

Setelah mengunjungi Gampong Lhok Rukam, sekitar pukul 14.30 WIB, para peserta dan Tim Satgas Desa Hijau kembali melanjutkan kegiatan Workshop di lantai tiga Gedung Bappeda Aceh Selatan, jalan Teuku Ben Mahmud Tapaktuan. Kegiatan ditutup oleh Kepala DLH Aceh Selatan, Mirjas Syahfutra, S.Si yang diwakili Kepala Sesie (Kasie) LH, Sakdah, ST.

Ketua LSM Yayasan Gunung Hutan Lestari (YGHL) Aceh Selatan, Sarbunis yang juga Anggota Satgas Desa Hijau kepada Aceh Selatan News mengatakan, potensi Gampong Lhok Rukam sangat bagus, untuk mewujudkan pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis wisata.

“Dengan program Desa Hijau ini, maka akan terwujudnya sebuah wisata edukasi lingkungan yang bisa di manfaatkan oleh generasi muda sekarang ini dengan wisata tracking,” ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, dengan adanya pecanangan Desa Hijau, maka ekosistem lingkungan di kawasan Gampong Lhok Rukam lebih terjaga dengan baik. Dan juga menguntungkan masyarakat setempat.

“Nantinya masyarakat bisa membuka peluang usaha baik dari segi kuliner maupun jasa parawista, seperti gaet dan menumbuhkan perekonomian gampong berbasis wisata. Juga sebagai ikam pendapatan gampong menuju gampong mandiri,” paparnya.

Sementara, Kepala Dinas Pertanian Aceh Selatan Yulizar, SP, MM ketika diminta tanggapannya melalui Kepala Bidang Penyuluhan, H. Nyak Lah, SP, MM mengutarakan, program yang akan diterapkan di Gampong Lhok Rukam, adalah pertanian dalam bentuk agroporesti berbasis organik.

Selain, tanaman pala, pihaknya juga akan memprogramkan tanaman jagung, cabe dan kacang tanah, dengan menggunakan pupuk organik. Sehingga, gampong Lhok Rukam, akan menjadi hijau sesuai pencanangan Desa Hijau.

“Hal ini untuk menindak lanjuti, surat keputusan Bupati Aceh Selatan nomor 114 Tahun 2017 tentang Pembentukan Satuan Tugas Percepatan Gampong Hijau Kabupaten Aceh Selatan,” ucapnya.

Kasie Lingkungan Hidup DLH Aceh Selatan, Sakdah yang juga Sekretaris Satgas Desa Hijau menambahkan, para peserta workshop selain mendengar paparan nara sumber, juga turun langsung melihat potensi yang dimiliki Gampong Lhok Rukam.

“Gampong Lhok Rukam akan menjadi pilot project Pengembangan Desa Hijau di Kabupaten Aceh Selatan. Untuk itu, kita berharap kepada tim yang tergabung dalam Satgas Desa Hijau agar melaksanakan tugas ini dengan penuh tanggung jawab ” harapnya. (Ran)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*