Petani Pala Di Aceh Selatan Rugi Dua Milyar Per Bulan




Tanaman Pala
Tanaman Pala
Tanaman Pala

Acehselatan.com | Tapaktuan. Petani pala yang meliputi di 16 Kecamatan di Kabupaten Aceh Selatan menderita kerugian yang diperkirakan mencapai Rp 2 Milyar per-bulannya hal ini diakibat serangan hama pala yang hingga kini belum ditemukan obat panangkalnya.

Seperti dikemukan oleh LSM Jaringan Akar Rumput Anti Korupsi (JaRaK) Aceh Selatan saat melakukan investigasi di sentral – sentral produksi pala selain itu para petani juga mengeluhkan tanaman primadona bagi daerah itu semakin berkurang jumlahnya karena diserang hama.
“Para petani pala di Aceh Selatan belakangan ini menangis melihat tanaman pala yang dulunya berproduksi baik mulai mati, bahkan tanaman pala yang baru belajar berbuahpun turut mati di serang hama,” ujar Koordinator LSM JaRaK Aceh Selatan, Arif Sawitra kepada wartawan di Tapaktuan, Rabu (13/8) lalu. Ia Berharap, Pemkab Aceh Selatan dalam hal ini Dinas terkait harus lebih serius mengatasi hama pala.

Padahal menurutnya pihak IPB Bogor telah turun ke Aceh Selatan untuk melakukan penelitian. Namun sejauh ini belum ada solusi guna mengatasi serangan hama pala itu.
“Ditengah-tengah giat-giatnya petani menanam tanaman baru timbul kekuwatiran mereka apabila bibit pala yang baru ditanam itu nanti juga akan turut mati diserang hama, sehingga program mati satu tanam seribu akan menjadi sia-sia,” katanya.

Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Aceh Selatan, Ir. HA Manaf Aldy, MM ketika dikonfirmasi wartawan secara terpisah terkait laporan timbulnya kerugian bagi petani pala akibat serangan hama pala hingga mencapai nilai yang sangat besar tersebut membenarkan jika kerugian mencapai angka milyaran rupiah.

Dikatakan, sejauh ini Pemkab Aceh Selatan terus mengupayakan mencari solusi guna mengatasi hama penyakit pala itu. Bahkan Pemkab Aceh Selatan telah mendatangkan pihak IPB Bogor untuk meneliti hama pala dan sampelnya pun telah dibawa ke Bogor untuk diteliti. Namun hingga kini pihak IPB Bogor belum menemukan obat pembasmi hama pala tersebut.
“Pemkab Aceh Selatan telah berupaya, bahkan saya sejak dilantik, malamnya saya langsung diperintahkan bupati untuk pergi ke Bogor untuk menandatangi MoU dengan IPB terkait serangan hama pala, namun hingga kini belum ditemukan obatnya,” tuturnya.

Dia menambahkan, untuk mengatasi serangan hama, pihaknya telah memberikan pelatihan-pelatihan kepada petani untuk memperhatikan kebersihan kebun pala, sehingga hama tidak berkembang biak. “Kebersihan kebun pala harus kita perhatikan guna menekan dari serangan hama tersebut, serangan hama tersebut telah terjadi puluhan tahun, sehingga bupati memprogramkan mati satu tanam seribu, dan ini telah berjalan dengan baik,” tutupnya.(ae)

Komentar










Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*