Politisi Gerindra Sebut Kelangkaan Solar di Asel Karena Kurangnya Koordinasi

uploads--1--2013--04--11592-solar-langka-nelayan-pacitan-tak-bisa-melaut1-astaga-di-kampung-presidenTapaktuan – Kelangkaan bahan bakar jenis solar akhir-akhir ini di Aceh Selatan tidak terlepas dari ketidak seriusan dan kepekaan pemerintah daerah dalam mengkoordinasikan bahan bakan tersebut. Hal ini disampaikan oleh Hadi Surya, politisi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) saat dihubungi melalui blackberry mesenger acehselatan.com Rabu, (17/9) di Tapaktuan.

“Kepekaan dinas pertambangan sumberdaya energi dan mineral atas jaminan terpenuhnya sumber energi untuk masyarakat harus dimaksimalkan,” tulisnya.

Ia menghimbau Pemda dalam hal ini dinas terkait untuk berkoordinasi dengan pertamina, dalam hal teknis bekerjasama dengan manejemen SPBU untuk teknis pendistribusian agar minyak bersubsidi dapat digunakan tepat sasaran.

“Jika benar peruntukan bagi pedagang enceran, ya harus ada pendataan siapa dan berapa batasan pemerataan karena kondisi terbatasnya pasokan minyak subsidi,” tambahnya.

Masih menurut Hadi penertiban dan pendataan ini sangat perlu dilakukan agar tidak dimamnaatkan oleh para pekerja proyek. Lebih lanjut ia mendukung upaya dinas kelautan dan perikanan yang terus mengajukan permohonan penambahan kuota BBM untuk SPDN

“Kita prinsipnya mendukung upaya panglima laot yang telah memberikan data boat/kapal nelayan kepada dinas kelautan dan perikanan, dan kita juga  mengapresiasi dinas kelautan dan perikanan yang telah mengajukan permohonan kepada pertamina untuk peningkatan jumlah kuota BBM di SPDN, namun harus tetap dilakukan koordinasi yang intens” terangnya.

 Menurut pantauan acehselatan.com pasokan solar sering kosong di SPBU Tapaktuan dan Bakongan dan jikapun ada selalu terlihat jerigen berjajar antrian pun tak terhindarkan, hal ini meresahkan masyarakat baik angkutan yang menggunakan bahan bakar solar maupun nelayan. Harga solar enceran dipanjang jalan berkisar antara Rp.8.000 – Rp. 10.000 (iy)

Komentar