Polres Aceh Selatan Bekuk Pelaku Pemerkosa Gadis Desa 

Polres Aceh Selatan Bekuk Pelaku Pemerkosa Gadis Desa 
Polres Aceh Selatan Bekuk Pelaku Pemerkosa Gadis Desa 
Polres Aceh Selatan Bekuk Pelaku Pemerkosa Gadis Desa

Aceh Selatan News | Tapaktuan – Satuan Reskrim Polres Aceh  Selatan berhasil menangkap JY (25) tersangka dugaan kasus pemerkosa seorang perempuan berusia 18 tahun, warga Desa Mutiara, Kecamatan Sawang, Aceh Selatan.

Terungkapnya kasus ini berdasarkan laporan dari korban, yang  melaporkan pelaku ke Polsek Sawang yang kemudian kasus tersebut dilimpahkan ke unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Aceh Selatan.

Tersangka yang merupakan warga Desa Panggoi, Kecamatan Krueng Sabe, Aceh Jaya itu ditangkap di daerah Kecamatan Woyla, Aceh Barat pada 28 Februari 2016 oleh anggota Kepolisian dari Resort Aceh Selatan, “Langsung diboyong ke Tapaktuan dan ditahan di sel Mapolres Aceh Selatan,” kata Kapolres Aceh Selatan AKBP Achmadi SIK melalui Kasat Reskrim Iptu Darmawanto SSos di Tapaktuan, Rabu (2/3).

Dijelaskan kejadian pemerkosaan tersebut berawal saat pelaku yang sehari sehari bekerja sebagai penambang emas tradisional di kawasan itu tinggal sementara, dirumah korban karena sudah dianggap saudara angkat namun ketika rumah sunyi pelaku masuk kekamar korban dan mengunci pintu dari dalam selanjutnya melakukan aksi bejatnya tersebut pada Kamis (18/2) sekira pukul 09.00 WIB.

“Kedekatan pelaku dengan korban kian akrab karena pakaian pelaku juga dicucikan oleh korban,” ujar Darmawanto.

Korban sempat melawan saat pelaku akan menggauli dirinya bahkan berteriak minta tolong. Namun naas baginya, kondisi rumah yang sedang kosong mengakibatkan teriakannya tidak ada yang mendengar. “Tersangka terus memaksa sampai akhirnya berhasil melakukan pemerkosaan terhadap korban,”Terang Darmawanto.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 285 KUHP tentang pemerkosaan dengan hukuman penjara paling lama 12 tahun. Selain itu, tersangka juga dijerat dengan pasal 48 Qanun Aceh tentang hukum jinayat dengan ancaman hukuman cambuk,” Karena di Aceh punya kekususan maka menggunakan 2 dasar hukum yaitu selain KUHP juga Qanun Aceh Nomor 6 tahun 2014 tentang Hukum Jinayat dengan hukum tersebut pada pasal 48 tentang pemerkosaan  pelaku terancam hukuman cambuk minimal 125 dan maksimal 175 kali atau denda paling sedikit 1.250 gram emas murni dan maksimal 1.750 gram atau 125 bulan kurungan hinggal maksimal 175 bulan,”Pungkas Darmawanto.(Iy)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*