Ekonomi /  -

Potensi Laut Aceh Jadi Incaran Negara Tetangga

Maret 8th, 2014 | Posted in Ekonomi | |
2017-11-25 03:49
(Foto: acehonline.info)
(Foto: acehonline.info)

Aceh Selatan News |Banda Aceh – Menteri Kelautan Dan Perikanan Indonesia, Sharif C Sutardjo mengatakan bahwa potensi kelautan Aceh saat ini sedang menjadi incaran dari negara-negara tetangga, seperti Thailand, Singapura dan negara lainnya.

“Ini harus kita jaga bersama, karena investor negara sedang memantau potensi laut Aceh, banyak sekali hasil laut aceh, Makanya Pemerintah Aceh harus mengelola ini dengan baik,” kata Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia, Sharif C Sutardjo pada acara kunjungan kerja di Pelabuhan pendaratan Ikan (PPI) Lampulo, Sabtu (8/3/2014) di Banda Aceh.

Selain itu, kata Sharif C Sutardjo Pemerintah Aceh harus memastikan kepastian hukum kepada investor apabila ada yang ingin melakukan investasi di Aceh, karena itu merupakan salah satu cara bagaimana Aceh bisa berkembang.

“Kepastian hukum untuk mereka, jangan asal masuk tapi tidak pemasukan untuk Indonesia khususnya Aceh, makanya Pemerintah Aceh perlu membuat itu” ujarnya.

Sharif C Sutarjo juga menambahkan pemerintah pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan, akan memberikan bantuan kepada pemerintah Aceh untuk membangun pelabuhan ikan di Aceh sebesar Rp 200 Milyar secara bertahap.

“Sekarang sudah masuk tahap kedua, Pemerintah Pusat sudah memberikan Rp 35 Milyar, dan sesuai target, 2015 pelabuhan tersebut sudah selesai dan akan segera di resmikan ” ujarnya.

Selain pembanguna Pelabuhan, tambah Sharif C Sutardjo, Pemerintah Pusat juga mendukung pengembangan perikanan tangkap di Aceh, pemerintah pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan juga memberikan bantuan 27 unit kapal Inkamina yang terdiri atas 12 unit kapal Inka Mina ukuran >30 GT senilai Rp 18 Milyar dan 9 unit Kapal Inka Mina >30 GT yang dianggarkan tahun 2013 senilai Rp. 13,5 Milyar serta 6 unit kapal Inka Mina ukuran 10-30 GT.

“Selain kapal ikan, Pemerintah Pusat juga memberikan bantuan program PUMP Perikanan Tangkap untuk 130 kelompok usaha bersama (KUB) senilai Rp 13 miliar, pembangunan Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Lampulo Banda Aceh sebesar Rp 7 Milyar yang terdiri atas pembangunan gedung pengepakan dan turap di PPI Lampulo senilai Rp 4 Milyar dan pembangunan Kios Nelayan dan gedung pengepakan Rp 3 Milyar. KKP juga memberikan bantuan berupa Sertifikat Hak Atas Tanah (SeHAT) Nelayan untuk 800 bidang serta 796 kartu nelayan,” tambahnya

Sharif C Sutardjo menegaskan bahwa KKP juga telah menganggarkan bantuan sebesar Rp 8,5 Milyar untuk sektor perikanan budidaya, yakni 132 paket program PUMP Perikanan Budidaya. Sedangkan untuk mendukung pengolahan dan pemasaran, KKP memberi bantuan berupa PUMP Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan, Sarana Pemasaran Bergerak (SPG) Roda 3 serta Peralatan sistem rantai dingin, total senilai Rp 2,5 Milyar. Bantuan KKP juga diperuntukan peningkatan program PUGAR sebesar Rp 3,4 Milyar.

“Selain bantuan fisik, KKP juga telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 4,3 miliar untuk peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Aceh,” imbuhnya. (acehonline)

Komentar

©2015 Kompoz is version 4.0 Powered by Wordpress beautified by Dewaz. All Rights Reserved.