Prabowo Minta Maaf Kepada Rakyat Aceh

imagesAceh Selatan News | Lhokseumawe –  Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto meminta maaf kepada rakyat Aceh terhadap sikap anak buahnya saat bertugas di provinsi itu pada masa konflik.

“Saya mohon maaf sebesar-besarnya terhadap anak buah saya yang pernah melakukan kesalahan di Aceh pada masa lalu,” katanta dihadapan pendukung Gerindra pada acara HUT ke-6 organisasi politik itu di Lapangan Stadion Tunas Bangsa, Kota Lhokseumawe, Rabu (12/3/2014)

Pernyataan itu disampaikan oleh Prabowo ketika dirinya menyingung persoalan konflik masa lalu di Aceh. Pada saat itu, ia menjabat sebagai Komandan Kopassus.

Namun hal itu, lanjut Prabowo adalah masa lalu dan untuk masa sekarang, dirinya mengajak untuk bersama-sama bergandengan tangan melangkah ke depan untuk menuju masa depan yang gemilang.

Bahkan, kerjasama antara Gerindra dan Partai Aceh yang sebelumnya pada masa lalu saling tidak menyukai, namun sekarang saling berangkulan dan menjadi sangat unik.

Bahkan pula, dengan kehadiran Muzakkir Manaf yang merupakan mantan Panglima Gerakan Aceh Merdeka sebagai Ketua Dewan Penasehat Partai Gerindra Aceh merupakan bukti bahwa Gerindra dan Partai Aceh berangkulan untuk bersama-sama menuju masa depan yang lebih baik, tegas dia.

Sementara itu, Muzakkir Manaf yang turut hadir pada acara tersebut mengajak semua yang hadir untuk mendukung Prabowo sebagai presiden.

Bahkan, lanjut Wakil Gubernur Aceh ini, komitmen dengan Gerindra sangat jelas, apalagi Prabowo sudah cukup banyak berbuat untuk Aceh.

Seperti pabrik ban mobil di Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, yang direncanakan akan bisa beroperasi pada 2015 dan perusahaan itu bisa menampung 3.000 lebih tenaga kerja, serta kilang padi terbesar di Kabupaten Aceh Utara.

“Mudah-mudahan Bapak Prabowo Subianto bisa terpilih menjadi presiden pada pemilihan presiden mendatang,” ucap Muzakkir Manaf yang juga Ketua DPP Partai Aceh, partai lokal Aceh.

Dalam acara yang dihadiri oleh simpatisan Gerindra dan juga Partai Aceh itu juga dihadiri Bupati Aceh Utara, Wali Kota Lhokseumawe, ulama kharismatik Abu Kuta Krueng serta beberapa pejabat teras dua partai itu. (antaraaceh)

Komentar