Putra Aceh Selatan Ini Raih Medali Emas Diajang Internasional

Aceh Selatan News | Tapaktuan – Winelda Mahfud Zaida Haris, mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Sumatera Utara (USU),  merupakan putra asli Aceh Selatan itu meraih medali emas tingkat dunia pada even  International Innovation Fair (IIF) 2017 yang berlangsug sejak tanggal 9-12 September 2017 di Taj, Gate Way Hotel, kota Visakhapatnam, India.

Alumni SMAN Unggul Tapaktuan itu menyebutkan, pada awalnya ia dan rekan-rekannya memulai penelitian, namun tidak terfikir sedikitpun untuk bisa mendapatkan medali di tingkat internasional yang diikuti oleh 112 negara tersebut.

“Awalnya  dimulai dari keikutsertaan tim kami yang beranggotakan Ikhwanudin (FMIPA FISIKA USU), saya  dan Andika Pratama (FMIPA FISIKA) pada kegiatan tingkat ASEAN yaitu ESPRIEX 2016 di Universitas Brawijaya, Malang,” kata Winelda Mahfud HZ, Sabtu (16/9/2017).

Ia mengatakan, even IIF 2017 tersebut memperlombakan dibidang penelitian teknologi kesehatan dan lain – lainya. Bekal yang dibawa untuk mengikuti lomba itu yakni,  bio disc, brake pads, using candle nut shell dan early cancer detection using chytosan.

Hasil riset ini juga dipersentasikan di depan investor, baik Asia maupun tingkat dunia. Yang meraih gold medali, bio disc brake pads dan menerima 11 undangan investor dan juga diundang untuk mengikuti kegiatan yang sama pada tahun depan di Genewa, Swiss.

“Keikutsertaan kami di IIF 2017 dikarenakan juga  dengan adanya kenalan di beberapa Universitas di Indonesia. Maka  kamipun diperkenalkan dengan salah satu perlombaan terbesar di bidang research yaitu International Innovation Fair 2017,” paparnya.

Setelah itu, lanjutnya, ia dan rekan-rekannya mencoba untuk mendaftar pada awal bulan Juni, pengumuman dikeluarkan oleh panitia pada bulan Juli menunggu pengumuman pada bulan 7.

“Alhamdulillah,  kami mengamankan 1 posisi di perlombaan tersebut. Dan kamipun berdua mewakili USU  dan Indonesia bersama dengan 4 tim dari Indonesia terbang menuju India,” sebutnya.

Di India, Winelda Mahfud HZ dan rekan-rekan  tidak hanya bersaing dengan tim dari Asia, tetapi acara tersebut diikuti seluruh dunia dan bahkan beberapa diantaranya yaitu Harvard, Oxford dan lainnya.

“Awalnya kami hanya menargetkan perak sebagai target kami, namun Allah berkata lain, Alhamdulillah, kami berhasil mendapatkan emas dan mempersembahkan emas ini tidak hanya untuk saya, tim saya, Universitas saya tapi juga untuk Indonesia negara saya,” ucapnya terharu.(Iy/Ran)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*