Putri Jogja ini jual tas kulit lembunya Hingga Turki

Putri sedang bergaya bersama tas produk home industri yang di pimpin ayahnya, (Foto - Tarmizi Age)
Putri sedang bergaya bersama tas produk home industri yang di pimpin ayahnya, (Foto – Tarmizi Age)

Aceh Selatan News | Jogjakarta –  Putri namanya, gadis itu terlihat duduk di antara barang sovenir pernik wanita yang  memenuhi gerainya, di ruang Pameran Kuliner Nusantara di gedung JEC Jogjakarta yang digelar 20 hingga 23 juni.

Sewaktu saya melintas bersama seorang teman Amiruddin Abdullah Reubee wartawan dari media nasional di depan gerai tersebut, Putri terlihat sedang menunduk kebawah sambil memencet –mencet telpon selulernya,   entah apa yang di tulis, saya putar lensa Canon ingin memotret tas tangan bergaya wanita di gerainya, Putri sontak terkejut melihat kamera saya mengarah padanya, seorang teman memberitahu Putri, kami dari media mohon di izinkan untuk mengambil beberapa gambar produk – produk ini, Putripun sepakat termasuk untuk memberi informasi tentang usaha yang di bangun oleh ayahnya.

Putri mengisahkan pada penulis, Sugiono ayahnya mulai membuka sebuah usaha yang berbentuk home industri pada 1982, aktifitasnya adalah dengan membuat tas dari kulit lembu dan dari benang nilon, tas – tas tersebut di jahit dengan tangan secara manual tanpa menggunakan mesin yang canggih.

Home Industri ini yang terletak di Mancasan, Wiro Brajan, Jogjakarta dengan delapan orang pekerja, mereka setiap harinya bisa menyelesaikan lima hingga sepuluh tas perhari, tas tersebut di jual dengan harga seratus ribu hingga seratus tujuh puluh lima ribu rupiah.

Tas Produk Sugiono yang di design khusus ini bermerek “Pondok Rajut”, untuk pemasarannya tas ini di jual di kota Jogjakarta dan sekitarnya, tidak hanya di dalam negeri produk orang Jogjakarta ini juga di pasarkan sampai ke Turki urai Putri yang di percaya mengola bidang pemasran.

Komentar