Raihan dan Raziah Ikhlas SK Dibatalkan Dinkes Aceh Selatan




Raihan SKM

Aceh Selatan News | Tapaktuan – Kendati harus menanggung malu, Raihan, SKM dan Raziah, Amd.Keb, dua kakak beradik, warga Rot Tengoh, Kecamatan Meukek, Kabupaten Aceh Selatan, mengaku ikhlas SK kontrak yang baru ia terima bebarapa hari di batalkan oleh Dinas Kesehatan Aceh Selatan,

Diketahui, dalam SK yang diterima Raihan ditempatkan di Puskesmas Drinjalo Gampong Peulumat, Kecamatan Labuhanhaji Timur. Sedangkan adiknya, Raziah di tempatkan di Pukesmas Drien Jalo, Kecamatan Meukek.

Namun, tak sampai seminggu bekerja, terhitung sejak tanggal 18 Juli 2017 hingga tanggal 25 Juli 2017, Dinas Kesehatan Aceh Selatan menarik kembali SK kontrak perempuan yang akrab di sapa Rere itu dengan alasan nama di SK dimaksud bukan dirinya, melainkan ada Raihan lainnya dengan nama dan gelar yang sama.

Hal nyaris serupa juga dialami adiknya, Raziah, Amd.Keb, SK nya dibatalkan karena adanya perbedaan gelar, yang seharusnya tertulis Amd.Keb (kebidanan) dalam SK yang dikeluarkan Dinkes Aceh Selatan, tertera Amd.Kep (keperawatan).

Seharusnya Raziah ditempatkan di Puskesmas Drin Jalo, Kecamatan Meukek, atas kesalahan penulisan gelar tersebut, dirinya tidak diizinkan masuk kerja, sebelum adanya perbaikan SK, namun hingga hari ini belum ada kejelasan nasib Raziah.

“Kami sudah ikhlas, mungkin bukan disitu nasib kami, namun seharusnya pihak Dinkes Aceh Selatan, lebih teliti dalam mengeluarkan SK dan jangan memberi harapan palsu kepada masyarakat, jangan sampai ada Rere – Rere lainnya bang yang mengalami nasib seperti saya,” terang Raihan kepada Aceh Selatan News melalui sambungan telepon, Senin (31/7/2017).

Ia dan keluarganya mengaku malu terhadap kebijakan Dinkes Aceh Selatan yang telah bertindak sepihak dalam pembatalan SK kontrak tersebut. Pasalnya, baru beberapa hari bekerja dia sudah berhenti. Sehingga menimbulkan pertanyaan para tetangganya.

“Malu sekali saya bang, rasanya kalaupun bisa diurus saya sudah malas bang. Bayangkan saja saya sudah jahit baju untuk bekerja,” bebernya terharu.

Raihan mengatakan, ada yang aneh tentang SK tersebut, karena bukan miliknya, melainkan milik orang lain. “Saya pernah tanyakan prihal tersebut ke Kepala Puskesmas Peulumat dan dibenarkan bahwa SK tersebut milik saya,” sesalnya.

Pembatalan SK dilakukan oleh Dinas Kesehatan melalui stafnya, CND. Tiba-tiba ibu Raihan ditelepon oleh CND menyatakan kesalahan SK tersebut. Sontak persoalan itu membuat Raihan terpukul, perasaan berkecamuk menyelimuti keluarga kecil itu.

Raihan sempat menulis kisahnya di halaman facebook miliknya Rere Putri Yusma SKM yang kemudian menjadi viral dan mendapat simpati dari warga net.

Sementara, Kepala Dinkes Aceh Selatan, Mardaleta, SE, M.Kes ketika dicoba di konfirmasi di kantornya, sedang tidak berada di tempat. “Bapak Kadis sedang diluar pak, silahkan hubungi saja lewat hp nya,” ucap seorang Staf Dinkes Aceh Selatan.(Ran)

Komentar










Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*