Ratusan Warga Trumon Timur Demo DPRK dan Pemkab Aceh Selatan




Masyarakat Trumon timur demo Dprk dan Kantor Bupati (25/1)
Masyarakat Trumon timur demo Dprk dan Kantor Bupati (25/1)
Masyarakat Trumon timur demo Dprk dan Kantor Bupati (25/1)

Aceh Selatan News | Tapaktuan – Ratusan warga Kecamatan Trumon Timur, Kabupaten Aceh Selatan melakukan aksi demo di DPRK dan Kantor Bupati setempat, Senin (25/1/2016) menuntut Pemkab dan DPRK untuk membuat tapal batas yang jelas dengan PT Asdal Prima Lestari (APL).

Dihadapan anggota dewan pendemo menuntut pembuatan parit pembatas yang jelas minimal ukuran bukaan atas 2,5 meter, dan tinggi 2,5 meter, sebagai tapal batas  antara PT APL dengan tiga Gampong yang berbatasan langsung yaitu, Gampong Kapa Sesak, Titi Poben dan Alu Bujok. Sehingga tidak ada penyerobotan lahan masyarakat

Koordinator aksi, Adi Samridha menyatakan, masyarakat Gampong Kapa Sesak,Titi Poben dan Gampong Alu Bujok dan masyarakat Trumon Timur pada umumnya menuntut kebun plasma 30 persen terhadap masyarakat yang berbatasan langsung dengan PT APL sesuai SK Gubernur Aceh Nomor: 525/BP2T/4966/2011.

“Masyarakat Trumon Timur juga menuntut Corporate Social Responsibility (CSR) yang selama berdiri  PT APL tidak pernah dipenuhi dengan baik oleh PT APL terhadap masyarakat,” paparnya.

Selain itu, mereka juga menuntut agar semua perusahaan memenuhi kewajibannya dengan baik terhadap masyarakat sekitar baik itu PT APL maupun perusahaan Agro Sinergi Nusantara yang beroperasi dalam kawasan Trumon Timur.

Setelah usai melakukan aksi di DPRK Aceh Selatan, ratusan pendemo beralih menuju ke Kantor Bupati dengan berjalan kaki dan mendapat pengawalan dari Polisi Lantas Polres. Dalam iring-iringa ratusan pendemo terlihat keranda yang bertuliskan ” Matinya Keadilan” yang di usung sejumlah warga menuju kantor Bupati di jalan T.Ben Mahmud Tapaktuan.

Namun sayangnya aksi di Kantor Bupati, pendemo mengaku kecewa karena aksi yang di mulai sekitar pukul  14.30 WIB hingga berakhirnya aksi sekitar pukul 17.00 WIB, Bupati Aceh Selatan HT Sama Indra, SH tidak menemui para pendemo yang menunggu di pintu masuk Kantor.

Meski sejumlah orator melalui pengeras suara berteriak, bila Bupati tidak menemui mereka dalam upaya mendengar aspirasi masyarakat, maka mereka siap memulangkan seluruh astribut yang berkaitan dengan Aceh Selatan. Namun bupati tidak juga muncul- muncul sehingga para pendemo membubarkan diri dengan tertib.(ran)

Komentar










Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*