Retribusi Air Bersih PDAM Tirta Naga Tapaktuan Masih Lumpuh




PDAM Tirta Naga Peroleh Dana Hibah 2 Milyar
PDAM Tirta Naga Tapaktuan
PDAM Tirta Naga Tapaktuan

Aceh Selatan News | Tapaktuan – Ribuan warga di tiga Kecamatan, yakni Kecamatan Samadua, Sawang dan sebagian Gampong Air Berudang, Kecamatan Tapaktuan,Kabupaten Aceh Selatan masih kesulitan pasokan air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum atau PDAM Tirta Naga Tapaktuan, menyusul banjir bandang, Jumat (11/12) hingga Sabtu (12/12)  yang merusak Instalasi Kota Kecamatan (IKK)  di kawasan Sikabu Kecamatan Samadua.

Koordinator LSM Libas Aceh Selatan, Mayfendri, SE mengharapkan kepada Pemerintah daerah untuk lebih serius menangani krisis air bersih yang dialami masyarakat di tiga kecamatan dimana menyusul banjir bandang beberapa pekan lalu hingga kini belum ada tanda-tanda penanganan baik secara darurat maupun secara permanen.

“Penanagan krisis air bersih yang dialami masyarakat kecamatan Samadua, Sawang dang sebagian Gampong Air Berudang, Kecamatan Tapaktuan itu perlu mendapat perhatian serius dari pemkab Aceh Selatan, mengingat memasuki minggu kedua krisis air bersih masih dialami masyarakat,” ungkap Mayfendri kepada Acehselatan.com di Tapaktuan, Rabu (23/12).

Pjs Direktur PDAM Tirta Naga Tapaktuan, Iki Firman, SE ketika ditanya terkait masih lumpuhnya pasokkan air bersih di tiga kecamatan itu, mengakui retribusi air bersi kepada pelanggan di tiga kecamatan masih lumpuh menyusul kerusakan jaringan pipa termasuk intake IKK yang berlokasi di kawasan Sikabu Kecamatan Samadua, akibat banjir bandang beberapa waktu lalu.

“Sekitar 2000 pelanggan PDAM Tirta Naga Tapaktuan di tiga kecamatan itu sampai sekarang masih belum mendapat pasokan air bersih, karena IKK Samadua mengalami rusak berat,” terangnya.

Dikatakan, bersamaan terjadinya banjir bandang, Instalasi di Jambo Apha, Kecamatan Tapaktuan, Meukek, Labuhan Haji, Labuhan Haji Barat dan Kluet Utara juga turut mengalami kerusakan, tetapi sudah dilakukan secara darurat sehingga air bersih sudah kembali  lancar.

Sementara  kerusakan intalasi di kawasan sungai Sikabu Kecamatan Samadua tergolong parah sehingga perlu perbaikan yang membutuhkan dana. Namun dalam upaya melakukan perbaikan itu, pihaknya sudah bermohon kepada Satker Air Bersih dan Sanitasi baik tingkat Provinsi Aceh maupun Jakarta.

“Tim survey sudah turun ke lokasi IKK yang mengalami kerusakan di beberapa kecamatan termasuk di kawasan sungai Sikabu, namun kerusakan intalasi di Sikabu tergolong parah, tim survey menyatakan tidak bisa dilakukan perbaikan secara darurat tetapi harus dilakukan secara permanen, bila dilakukan secara permanen harus menunggu tahun 2016 nanti,” ucapnya. (Imran).

Komentar










Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*