Sabirin, Pria Lumpuh Butuh Uluran Tangan Pemerintah




Sabirin, penderita lumpuh saat berada di kebun
Sabirin, penderita lumpuh saat berada di kebun
Sabirin, penderita lumpuh saat berada di kebun

Aceh Selatan News | Pasie Raja – Sudah hampir enam tahun sejak tahun 2008 silam, Ia menderita lumpuh. Dokter mengatakan ia menderita penyakit pengapuran tulang. Sabirin, umurnya sudah setengah abad. Untuk melakoni segala aktivitas ia hanya bisa duduk di atas kursi roda.

“Dokter menyarankan untuk dirujuk ke Medan,  namun dengan kondisi keuangan keluarga  saat itu lagi tidak ada, maka tidak jadi,” ujarnya saat ditemui di kebunnya minggu lalu

Saat ini istrinya, Nurlela (40) menjadi tulang punggung keluarga untuk menghidupi keluarga dengan pekerjaan serabutan mulai dari mencuci dan buruh di kebun tetangga dengan upah yang tidak seberapa. Mempunyai empat orang anak, yang pertama masih duduk di kelas 1 SMA di Kluet Selatan, Nani Ulfa masih kelas 3 SMP, Bujairimi kelas enam SD,  dan M. Ilhamdi baru masuk SD tahun ini.

Sejak penyakit itu menghinggapi tubuhnya, Sabirin mengaku tidak pernah mendapat mendapat bantuan, “Bahkan yang mendata pun tidak ada,  kami sudah hampir putus asa berharap kepada pemerintah daerah,” akunya.

Sebenarnya Sabirin berharap  pemerintah mau  memberikan peluang pekerjaan kepadanya. “Karena sudah sekian tahun saya lumpuh, tapi tidak ada perhatian bukan saya menyalahkan pemerintah mungkin juga karena pemerintah juga tidak tahu,” tambahnya.

Menurutnya  sangat sulit untuk menghidupi keluarga , apalagi  ke empat anaknya masih dalam masa pendidikan.  “Istri saya hanya bekerja dari belas kasihan tetangga yang memintanya mencuci pakaian,” ujarnya  dengan suaara parau.

Diakuinya, untuk mencukupi kebutuhan sehari-harinya dirinya beserta istri sangat kesulitan, “Bahkan untuk makan aja susah,” imbuhnya.

Sebelum lumpuh, Sabirin bekerja sebagai kuli bangunan,  namun dengan kondisinya sekarang ia tidak mungkin lagi untuk bekerja sekeras itu.

Kini aktivitasnya  hanya ke kebun. Menanam kacang ditanah seluas 8×8 meter milik saudaranya dibantu dengan sebuah kursi roda tidak layak dipergunakan lagi, tetapi ia tetap harus menekuni pekerjaan itu. (iy)

Komentar










Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*