Sd Panton Luas Baru Terancam Ambruk




Kondisi Bangunan SD Panto Luas Baru, Sama dua Aceh selatan yang kian memprihatinkan karena abrasi sungai yang kian dekat
Kondisi Bangunan SD Panto Luas Baru, Sama dua Aceh selatan yang kian memprihatinkan karena abrasi sungai yang kian dekat
Kondisi Bangunan SD Panto Luas Baru, Sama dua Aceh selatan yang kian memprihatinkan karena abrasi sungai yang kian dekat

Aceh Selatan News | Tapaktuan – Gedung Sekolah Dasar (SD) Panton Luas Baru, Kecamatan Samadua, Aceh Selatan terancam ambruk ke sungai, disebabkan tebing dibelakang bangunan sekolah semakin terkikis abrasi. Pengikisan tebing sungai tersebut akibat banjir bandang pada bulan Desember 2015 lalu, namun hingga kini belum ada tanda-tanda penanganannya oleh pihak terkait.

“Bila tidak ditangani segera, jika banjir kembali datang, bukan hanya dua lokal yang berdekatan dengan teping sungai saja yang terancam ambruk. Melainkan seluruh lokal SD tersebut juga tidak luput terancam digerus abrasi,” kata Kepala SD Panton Luas Baru, Muhammad Has, S.Pd kepada acehselatan.com di Tapaktuan, Jum’at (5/2).

Dia melanjutkan, sebelum terjadi pelebaran sungai akibat banjir, tanah tebing dibelakang sekolah itu dulunya seluas 8 meter. Setelah di terjang abrasi sekarang hanya tersisa 4 meter lagi. Di samping bronjong dulunya juga ada beberapa pohon kelapa, pinang dan bambu sebagai penahan tebing.

Tetapi waktu datang banjir besar yang menerjang beberapa bulan lalu, semua pohon pelindung tebing hanyut di bawa arus sungai. Kondisi gedung SD makin mengkuwatirkan, karena dihadang dua arah arus sungai disebabkan terjadinya pelebaran sungai.

“Dua arus sungai itu tepat mengarah ke gedung sekolah. Bila hujan turun kami merasa cemas sehingga mengurangi kenyamanan dalam proses belajar dan mengajar,’ ujarnya.

Persoalan ini, telah disampaikan pihaknya  kepada Dinas Pendidikan Aceh Selatan melalui Sekretaris dan Kabid Program. Saat itu Sekretaris, Jasmidir,  telah melihat langsung kondisi sekolah.

Termasuk meminta bantuan secara lisan kepada Camat Samadua supaya didatangkan alat berat (beco) untuk penanganan sementara dengan melakukan normalisasi sungai. Agar  aliran sungai dapat diluruskan sehingga tidak mengarah ke gedung sekolah.

“Tetapi permohonan itu tidak mendapat respon. Untuk itu, kami mohon kepada Pemkab Aceh Selatan maupun Pemerintah Aceh supaya segera membangun talut pengaman tebing di belakang sekolah, agar terhindar dari terjangan banjir yang datang secara tak terduga,” pintanya. (Ran).

Komentar










Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*