Seminggu Pasca Longsor, Jalan Tring Meuduro Tunong tak Digubris

Ilustrasi Longsor
Ilustrasi Longsor

Aceh Selatan  News | Sawang-  Sudah seminggu berlalu sejak longsor yang terjadi di gampong Tring Meuduro Tunong, kecamatan Swang, namun hingga saat ini belum ada penganganan dari pemerintah daerah. lumpur masih memenutupi badan jalan, dan mengakibatkan masyarakat susah melintasi jalan tersebut.

Tokoh Masyarakat gampong Panton luwah, Teuku Mahlel Akbar menilai Bupati Aceh Selatan menganggap sepele dalam penangangan lumpur bekas longsoran yang sudah sejak seminggu lalu menutupi badan jalan tepatnya di Gampong Tring meduro tunong, Kecamatan Sawang.

“Kalau memang ini sifatnya darurat sebenarnya bupati bisa saja mengarahkan alat berat walaupun sedang bekerja dilokasi lain,” ujar Mahlel, Senin (21/9) saat menghubungi acehselatan.com.

Menurutnya walaupun longsoran itu bukan berada di jalan lintas nasional, namun masyarakat Panton Luwah sangat bergantung pada jalan itu untuk kegiatan sehari hari,” jalan ini digunakan oleh masyarakat untuk membawa hasil pertanian dan kegiatan lainnya,” Tambah Mahlel.

Dia mengakui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sempat turun kelokasi,namun hingga saat ini belum ada realisasi untuk menangangi perihal tersebut.

“Jika memang pemerintah aceh selatan tidak mau tangani ini seharusnya beri pernyataan resmi biar masyarakat mengerjakan dengan segala daya upaya,” tegasnya.

Camat Sawang, Sufiardi, S.Sos saat dihubungi secara terpisah, mengatakan keterlambatan penanganan tumpukan lumpur tersebut akibat susahnya mendapatkan alat berat.

”Kemaren itu terkendala alat berat yang rata rata disewa oleh kontraktor. Namun tadi (red senin) atas persetujuan dari kepala pelaksana BPBD, tugas pencarian alat berat sudah diserahkan kepada keucik disana,” jelasnya.

Pihaknya juga mengaku akan ikut mengupayakan alat berat secepat mungkin,”nanti kalau sudah ada alat dilokasi saya akan dikabari oleh keucik disana dan akan melihat langsung bersama orang BPBD. Alat rencana akan didatangkan dari kota fajar,” Pungkasnya. (iy)

Komentar