Sabtu, 25 Mei 2013
NEWS TICKER
Pengumuman Hasil Kelulusan UN SMA 2013 »  Jembatan penghubung antar kabupaten di Aceh selatan ambruk »  Longsor di Panorama Hatta, Akses jalan terputus »  Perubahan bentuk tubuh Maharani sejak Kenal Fhatanah »  Perampokan Bank Menggunakan senjata api di meukek »  8.250 Siswa SMA tak Lulus UN »  Foto Syur Beredar, Briptu Rani Terancam Dipecat »  Anggota BPBD Aceh selatan hilang diperairan Pasie raja »  [UPDATE] Kronologis Terbaliknya perahu karet milik BPBD Aceh Selatan »  Hasil kelulusan Ujian Nasional di Aceh Selatan mencapai 92,70% »  Banjir landa sejumlah kawasan di Aceh selatan »  SMA 1 Kluet Utara Goro Jelang pengumuman Hasil UN »  28 Sekolah Di Aceh Selatan Lulus 100 Persen »  Putri Aceh Selatan Jadi peserta Indonesia Youth Forum »  Kepemimpinan baru bupati Aceh selatan di uji »  Jembatan Tapaktuan-Medan kembali bisa dilewati »  Maharany Mengaku Diajak Berhubungan Intim oleh Fathanah »  Siswa SMA di Aceh dan Papua Terbanyak Tak Lulus UN 2013 »  Air mulai surut, Komunikasi normal kembali »  Perampok Bank Bersenjata api gunakan bahasa Aceh ancam korbannya » 
 
Home » News » SuRaDT : Kembalikan Hak Mahasiswa Gurdacil
NEWS

SuRaDT : Kembalikan Hak Mahasiswa Gurdacil

Senin, 17 Desember 2012 - 19 Kunjungan

deskiAceh SelatanNews | Banda aceh - Program Pembangunan Daerah Terpencil di bidang pendidikan di Aceh kembali memunculkan polemik. Sesuai kontrak program tersebut akan berakhir  pada tanggal 31 Desember 2012. Kontrak pendidikan gratis untuk daerah terpencil yang mulai bulan maret 2009 tersebut belum mencapai 4 (empat) tahun, Sementara bila kita lihat lebih jauh bahwa  standar waktu untuk  menyelesaikan pendidikan strata satu (S1) sekitar 8 (delapan) semester atau 4 (empat),  Ujar  Delky Nofrizal Koordinator  Solidaritas untuk rakyat Daerah Terpencil  (SuRaDT).

Delky menambahkan, alangkah ironisnya di saat kontrak tersebut hampir habis, ternyata ada penggelapan dana sebesar Rp.  1,507,225,400,- yang kini menjadi barang bukti pada kejaksaan tinggi Aceh ditambah dengan 186 dokumen bukti yang kini sudah naik pada tahapan penyidikan.
Hal ini tentunya sangat merugikan mahasiswa gurdacil, yang tinggal menunggu hari akan di depak dari asrama karena kontrak sudah habis.

Bagaimana tidak, dana segar yang semestinya di gunakan untuk meningkatkan pendidikan kawasan terpencil di Aceh, justru di gelapkan oleh sekelompok oknum. Ini penzaliman terhadap pendidikan Aceh, terutama mahasiswa gurdacil yang disiapkan untuk jadi tenaga pendidik di kawasan terpencil. Hal ini harus di tuntaskan segera sehingga tidak ada yang terzalimi, ungkap Delky.

Maka kami mendesak agar pihak kejati untuk menuntaskan segera hal ini, apa lagi permasalahan ini tentunya akan berdampak signifikan terhadap nasib masyarakat daerah terpencil. Sementara itu kami mendesak pihak panitia penyelenggara program gurdacil Aceh untuk segera mengembalikan anggaran sebesar 1,5 M tersebut agar dapat dipergunakan kembali untuk kebutuhan dan kelancaran program Gurdacil tersebut, tegas Delky dalam mailis yang ditujukan kepada AcehSelatanNews baru – baru ini.(DE/Rel)

Related Post