Senin, 20 Oktober 2014
NEWS TICKER
Caleg PNA Aceh Selatan Diberondong Peluru Hingga Tewas »  Di Jalan Gajah Mada Medan, Sejenak Bersama PSK Asal Aceh »  Pemkab Aceh Selatan Tahun Ini Buka Penerimaan CPNS Formasi Umum dan Guru »  Perubahan bentuk tubuh Maharani sejak Kenal Fhatanah »  Pengumuman Hasil Kelulusan UN SMA 2013 »  Memakai Emas Berbahaya bagi Kesehatan Pria, Bahkan bisa Mandul »  Gambar penis muncul di siaran langsung televisi Republik Ceko »  Foto Syur Beredar, Briptu Rani Terancam Dipecat »  Mobil Pengantar Koran Serambi Terjun ke Laut »  Sosok Adi Doles Sang Rapper Aceh »  Polisi Tangkap ‘Nek Rayeuk’ Pemilik Sabu dan Senpi di Trumon Timur »  Bupati Aceh Selatan Mutasi Pejabat Eselon II dan Eselon III »  Dipaksa Telan Permen, Tujuh Siswa SMAN 2 Kluet Utara Kritis »  Daftar Nama Anggota DPRK Aceh Selatan Priode 2014/2019 »  Adik Bunuh Abang Kandung di Kluet Timur »  Kapolsek Birem Bayeun Seorang Wanita Cantik »  Putri Aceh Selatan Jadi peserta Indonesia Youth Forum »  Diduga stres, Adaini Gorok Leher Ibu Mertua Abagnya Hingga Putus »  Polisi Masih Buru Pelaku Penembakan Caleg PNA Aceh Selatan »  Tiga Puluh Orang Kuota CPNS Aceh Selatan » 
 
Home » Terkini » News » SuRaDT : Kembalikan Hak Mahasiswa Gurdacil
NEWS

SuRaDT : Kembalikan Hak Mahasiswa Gurdacil

Senin, 17 Desember 2012 - 544 Kunjungan

deskiAceh SelatanNews | Banda aceh - Program Pembangunan Daerah Terpencil di bidang pendidikan di Aceh kembali memunculkan polemik. Sesuai kontrak program tersebut akan berakhir  pada tanggal 31 Desember 2012. Kontrak pendidikan gratis untuk daerah terpencil yang mulai bulan maret 2009 tersebut belum mencapai 4 (empat) tahun, Sementara bila kita lihat lebih jauh bahwa  standar waktu untuk  menyelesaikan pendidikan strata satu (S1) sekitar 8 (delapan) semester atau 4 (empat),  Ujar  Delky Nofrizal Koordinator  Solidaritas untuk rakyat Daerah Terpencil  (SuRaDT).

Delky menambahkan, alangkah ironisnya di saat kontrak tersebut hampir habis, ternyata ada penggelapan dana sebesar Rp.  1,507,225,400,- yang kini menjadi barang bukti pada kejaksaan tinggi Aceh ditambah dengan 186 dokumen bukti yang kini sudah naik pada tahapan penyidikan.
Hal ini tentunya sangat merugikan mahasiswa gurdacil, yang tinggal menunggu hari akan di depak dari asrama karena kontrak sudah habis.

Bagaimana tidak, dana segar yang semestinya di gunakan untuk meningkatkan pendidikan kawasan terpencil di Aceh, justru di gelapkan oleh sekelompok oknum. Ini penzaliman terhadap pendidikan Aceh, terutama mahasiswa gurdacil yang disiapkan untuk jadi tenaga pendidik di kawasan terpencil. Hal ini harus di tuntaskan segera sehingga tidak ada yang terzalimi, ungkap Delky.

Maka kami mendesak agar pihak kejati untuk menuntaskan segera hal ini, apa lagi permasalahan ini tentunya akan berdampak signifikan terhadap nasib masyarakat daerah terpencil. Sementara itu kami mendesak pihak panitia penyelenggara program gurdacil Aceh untuk segera mengembalikan anggaran sebesar 1,5 M tersebut agar dapat dipergunakan kembali untuk kebutuhan dan kelancaran program Gurdacil tersebut, tegas Delky dalam mailis yang ditujukan kepada AcehSelatanNews baru – baru ini.(DE/Rel)

Related Post