SuRaDT : Tindak Tegas Pelaku Pembalakan Liar Hutan Aceh Selatan




30280513-pembalakan Liar (2)Aceh Selatan News | Tapaktuan – Solidaritas untuk Rakyat Daerah Terpencil (SuRaDT) meminta pemerintah menidak tegas pelaku pembalakan liar di kawasan hutan Aceh selatan, Seperti yang disampaikan Delky Direktur LSM SuRaDT kepada Aceh Selatan News melalui surat elektroniknya, Jumat (5/7).

Aksi perusakan hutan dan pembalakan liar dalam skala besar dikawasan Aceh selatan terus terjadi, seperti temuan tim terpadu Dinas Kehutanan Aceh Selatan dan Polres Aceh Selatan jalan Trumon-Buloh Seuma beberapa waktu lalu.

Sabtu 29 Juni 2013 lalu pihak Dinas Kehutanan serta Polres Aceh selatan mendapati pihak penebang kayu ilegal, Hal ini sangat meresahkan warga, Pasalnya, hal tersebut ditakutkan akan menjadi alasan pemberhentian penuntasan pembangunan jalan dikawasan tersebut.

Solidaritas untuk Rakyat Daerah Terpencil (SuRaDT) meminta agar pihak yang berwenang untuk segera mengusut tuntas terkait pembalakan liar tersebut, serta menindak tegas pelakunya. Karena hal ini sangat penting dan krusial, apalagi akan membuka ruang bagi pihak tertentu untuk kembali menggugat pembangunan jalan yang sudah lama diharapkan masyarakat terlaksana dengan maksimal.

“ Kita berharap semua pihak tidak mengangkangi Surat kesepakatan bersama antara Balai KSDA Aceh dengan Pemerintah Aceh Selatan dan Aceh Singkil Nomor PKS.447/BKSDA.9-3/2011, Nomor 522/321.a/2011, Nomor 522/658.a/2011 tanggal 29 April 2011, tentang pengelolaan Suaka Marga Satwa Rawa Singkil kabupaten Aceh Selatan dan Kabupaten Aceh Singkil Provinsi Aceh yang telah disepakati sebelumnya,” Tuturnya.

Disamping itu, Pihaknya yakin bahwa hal tersebut dilakukan oleh pihak luar bukan orang setempat, “ Kami yakin pelakunya bukan warga Buloh Seuma, Karena warga setempat sangat berpegang teguh pada adat istiadat, termasuk dalam penebangan kayu meski hanya satu batang pohon berukuran besar, biasanya dilakukan kenduri, apalagi ini dalam jumlah besar. kami mengajak semua elemen agar berpartisipasi dalam menangani optimalisasi pembangunan akses jalan ini dan pelindungan hutan,” Tandas Delky.

LSM tersebut menegaskan agar pihak terkait harus segera turun dan menindak tegas agar kejadian seperti ini dapat segera meminimalisir maka harus ada ketegasan dari pihak yang berwenang termasuk pemerintah Aceh Selatan. kita tidak mau kejadian ini akan berimbas kepada pengoptimalan aksesibilitas masyarakat, “ Jangan sampai hal ini, membuat Buloh Seuma kembali terancamcam terisolir atau kembali terpencil karna faktor optimalisasi akses jalan yang di hentikan,” Keluhnya.

Di lain sisi, Pihaknya juga mendesak agar dilakukannya kembali pengukuran wilayah agar jelas mana tanah lahan masyarakat, dan mana kawasan hutan lindung. “ Jangan sampai dapur masyarakat di Buloh Sema juga masuk hutan lindung. kemana lagi masyarakat harus bercocok tanam jika tak ada lahan,” Pungkasnya.(Red)

Komentar










Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*