SURAT TERAKHIR UNTUK IBU DAN AYAH

surat-kecil2Maafkan aku Ibu,mamafkan aku Ayah. Mungkin aku hanya anak yang membuat kalian selalu bersedih,menangis,dan membuat beban didalam benak kalian. Tapi percayalah Ibu,percayalah Ayah,aku adalah orang yang sangat mencintai kalian bagaimanapun kalian hingga waktu ini terhenti.

Aku kini hanyalah seorang yang lemah. Jujur,saat ini aku sangat sedih. Aku membutuhkan banyak bantuan dan dorongan. Aku mohon Ibu,Ayah,jangan bersedih lagi,jangan menangis lagi dihadapanku. Aku tidak inigin melihat kalian menangis, aku tidak ingin melihat air mata kalian menetes. Jika aku penguasa negeri ini,akan kubunuh semua orang yang menyakiti kalian,termasuk semut sekalipun.

Disini aku selalu berjuang untuk kalian. Iya,untuk kita bersama. Mungkin saat ini aku sedang terombang-ambing,tapi aku akan berusaha untuk dapat berdiri setegar dulu lagi. Percayalah,aku selalu ada untuk Ibu dan Ayah.

Aku sadar,kita adalah orang miskin. Tidak punya apa-apa dan selalu dihina orang. Tapi satu hal,aku ingin suatu hari nanti kalian bangga denganku. Kalian akan tersenyum bahagia bahwa karingat yang kalian kumpul tetes demi tetes saat ini bukanlah hal yang sia-sia.

Aku tercekik mendengar mereka meyebutmu binatang. Darah dalam tubuhku seolah mendidih dan terasa begitu panas. Sungguh,aku sanggat tidak menerima itu semua. Tapi apalah dayaku Ibu?Apalah dayaku Ayah? Aku hanya bisa menagis dan berdoa agar dia yang menghinamu cepat tersadar.

Ayah,aku selalu melihatmu di pasar disaat hujan dan panas mencari penumpang. Hanya untuk sesuap nasi dan biaya kuliahku.Ibu, aku selalu melihatmu mencuci pakaian tengah malam dan esoknya pergi kerumah orang untuk mencuci dan menyetrika baju mereka. Untuk apa itu semua? Semua kalian lakukan untuk aku. Untuk biaya hidup kita,makan kita,biaya kuliahku dan sekolah adikku.

Sedangkan aku hanya bermain tanpa harus merasakan pahit yang kalian tanggung. Tertawa bersama kalangan atas,berhura-hura dan meminta apa yang ku inginkan seenteng membalikkan tangan. Ayah,Ibu,maafkan aku. Aku terlalu banyak mengecewakan kalian.

Disini aku menangis dalam hujan. Menjerit dan merintih atas semua kesalahanku. Aku berusaha berdiri tegar,walau rasanya kaki ini terasa begitu kaku. Belajar jujur dan mengakui pada dunia, bahwa aku adalah begini adanya. Tapi gengsi itu selalu menyelimuti hari-hariku.

Aku ingin baju itu,sepatu itu,perhiasan itu,celana itu,tas itu,dan semuanya. Aku ingin memiliki semuanya. tapi apalah daya? Uang sakuku hanya cukup untuk biaya makan siang di kampus dan ongkos untuk pulang. Berat sekali.

Apa salah jika aku kini punya pemikiran untuk mencari seorang pendamping dihari-hariku? Tujuannya hanya untuk menyanggupi kebutuhan hidup dan menemani hari-hariku yang sepi. Apa kalian akan menganggapku murah? Lupakan saja.

Dihari-hariku yang sangat terbatas ini,kini aku berjalan seiring jadwal yang telah aku buat. Aku ingin berubah. Aku ingin melihat Ibu dan Ayah tersenyum melihat keberhasilanku suatu hari nanti. Tapi aku mohon,jangan menangis lagi. Aku akan selalu ada untuk kalian,menjaga kalian,dan melindungi kalian dari semut sekalipun.

Ayah,Ibu,semangati aku,doronglah aku. Berikan senyum kalian untukku agar aku selalu kuat dalam hari-hariku. Ayah,Ibu,kini teman-temanku telah pergi meninggalkanku. Mungkin ini yang dinamakan hidup. Kini,aku hanya memilliki satu orang teman yang selalu mendengarkanku,memahamiku dan memberiku semangat disaatku terjatuh. Jangan menangis lagi ya Ibu,jangan menagis lagi ya Ayah. Berikan senyummu untukku. Aku menyayangi kalian,selamanya.

Surat ini di tulis oleh Almarhumah Karina saat dia terbaring lemah sekitar dua minggu yang lalu, surat ini ditulis untuk orang tuanya sayang ketika orang tuannya membaca surat ini dia telah tiada begitu juga saat surat ini diposting dia sudah berada jauh dari dunia yang fana ini, semoga dia ditempatkan disisiNYA.

Cerita ini dikirim oleh teman Alm. Karina 

Komentar