Tak Jera, Janda Asal Lhok Bengkuang Kembali di Grebek Warga

IMG-20170527-WA001

Aceh Selatan News | Tapaktuan - Warga Dusun Ujung Pasir, Gampong Lhok Bengkuang Timur, Kecamatan Tapaktuan, Aceh Selatan menggerebek pelaku dugaan khalwat di rumah milik seorang warga berinisial NS (50), Kamis (1/12/2016) sekira pukul 22.30 WIB.

Menurut keterangan, penggrebekan terhadap pelaku bernisal NL berstatus janda warga Lhok Bengkuang Timur dengan pasangan prianya berinisial JH, warga Nagan Raya itu untuk kedua kalinya.

Baca juga : Pasangan Non Muhrim Digrebek Warga

Karena sebelumnya, pasangan non muhrim tersebut juga pernah di geledah oleh warga sedang berduaan di rumah NL beberapa waktu lalu.

"Mereka pernah mendatangani perjanjian tidak akan membuat perbuatan yang sama maupun dengan orang lain," ujar Keuchik Lhok Bengkuang Timur, Muslim, SE kepada Aceh Selatan News di Tapaktuan, Jum'at (2/12/2016).

Nyatanya, lanjut Muslim, ketika di geledah oleh pemuda Ujung Pasir, Nl sedang berduaan dengan pria yang sama di rumah NS.

Pemilik rumah, NS sebelumnya berkilah Jh adalah saudaranya. Karena terus didesak warga, akhirnya ia mengakui antara Nl dengan Jh sering ketemuan di rumahnya.

"Mereka sudah lama dipantau oleh pemuda sering ketemuan di rumah Ns. Tetapi saat mereka di geledah di dalam rumah tersebut ada beberapa orang lagi," ujarnya.

Meskipun demikian, tambahnya, sesuai perjanjian yang telah ditandatangi duhulu, NL akan di keluarkan dari gampong.

"Mengingat perjanjian yang telah disepakati dahulu, maka Perangkat Gampong telah mengambil kesimpulan akan mengusir NL dari gampong," imbuhnya.

Sedangkan pasangan prianya malam itu juga diamankan di Mapolsek Tapaktuan untuk menghindari amuk massa.

Kepala Satpol PP dan WH Kabupaten Aceh Selatan, Dicky Ichwan, S.STP melalui Kasi WH, Rudi Subrita, S.Ag membenarkan, pelaku dugaan khalwat di geledah warga.

"Pasangan tersebut digrebek pemuda sedang duduk berduaan di ruang tamu. Perangkat gampong mengingkan permasalahan itu di naikan ke tingkat hukum," sebutnya.

Menurutnya, jika tetap dinaikan ke tingkat hukum dan masuk dalam qanun khalwat di tempat sepi, tidak cukup bukti. Karena saat digeledah oleh warga, di rumah itu ada sekitar 3 orang. "Namun, persoalannya kejadian ini telah ke dua kalinya dengan orang yang sama," pungkas Rudi Rubrita.(Ran)

Komentar

IKLAN DPMG II