Terungkap, Kasus Kekerasan Jelang Pemilu di Aceh




Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

Aceh Selatan News | Banda Aceh –  Satu per satu kasus kekerasan terkait pemilu di Aceh mulai terungkap. Kepolisian Daerah Aceh akhirnya berhasil menangkap Zul alias BD yang diduga pelaku penganiayaan Juwaini, calon legislatif Partai Nasional Aceh, hingga tewas beberapa waktu lalu.

Zul ditangkap di kawasan Ulee Lheue Banda Aceh, Minggu (16/3/2014) sekitar pukul 08.30 WIB. Kepala Kepolisian Daerah Aceh Brigadir Jenderal Husein Hamidi menyebutkan, polisi mendapatkan informasi bahwa Zul yang masuk dalam daftar pencarian orang sedang menuju ke Banda Aceh.

“Dari informasi yang didapat petugas kita, si pelaku ini berangkat dari Aceh Utara dengan kendaraan dan di perjalanan diikuti oleh petugas kita, dan kita berhasil menyergapnya di kawasan Ulhe Lheu, dan saat ditangkap dia hanya seorang diri,” kata Kapolda Husein Hamidi kepada wartawan usai apel pasukan pengamanan pemilu di Mapolda Aceh, Minggu (16/3/2014) siang.

Disebutkan Kapolda, Zul ditangkap polisi di sebuah rumah di Ulee Lheue, Kecamatan Meuraxa. “Zul adalah tersangka utama,” ujar Kapolda.

Diberitakan sebelumnya, Ketua Partai Nasional Aceh Kecamatan Kuta Makmur Aceh Utara, Juwaini, tewas setelah mengalami penganiayaan oleh dua pelaku di sebuah pos kamling di Kuta Makmur, Kamis 7 Februari 2014 lalu, sekitar pukul 01.30 dinihari tadi.

“Kita belum mengetahui motif penganiayaan hingga tewas itu. Nanti akan disampaikan setelah pemeriksaan, saat ini dia masih kita periksa intensif,” kata Kapolda.

Kapolda juga menyebutkan belum mengetahui secara persis, siapa pelaku. “Bisa jadi memang simpatisan sebuah partai lokal, tapi kita masih periksa,” kata Kapolda, menjawab wartawan.

Kapolda menyebutkan, pihaknya akan terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengetahui kemungkinan adanya pelaku lain selain Zulkifli.

Sementara itu, terkait dengan kasus penembakan seorang kader Partai Nasional Aceh di Kabupaten Aceh Selatan, menurut Kapolda, polisi masih memeriksa sejumlah saksi dan barang bukti.

“Sudah 30 saksi kita periksa dan mengumpulkan barang bukti, jadi tunggu saja perkembangannya polisi sedang bekerja,” kata Kapolda. (kompas)

Komentar










Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*