Tidak lulus CPNS, Ratusan Honorer Abdya Protes ke Bupati

Ratusan honorer k2 yang tidak lulus sedang ber audiensi di kantor bupati  (foto: dok. ajnn)
Ratusan honorer k2 yang tidak lulus sedang ber audiensi di kantor bupati
(foto: dok. ajnn)

Aceh Selatan News | Aceh Barat Daya –  Pengumuman tenaga honorer Kategori Dua (k2) yang lulus menjadi Calon Pengawai Negeri Sipil (CPNS) di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) akhirnya diprotes oleh ratusan Honorer K2 yang tidak lulus. Mereka mendatangi kantor bupati Abdya karena mencium ada aroma kecurangan dalam penentuan kelulusan.

Buktinya, selain tidak diumumkan hasil nilai ujian seleksi. Tingkat kelulusan sangat berbeda dengan pernyataan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negera dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB). Azwar Abu Bakar sebelumnya pernah menyampaikan pernyataan, yang bahwa honorer K2 yang diluluskan tes CPNS adalah honorer yang sudah lanjut usia terutama yang sudah lama bhakti.

Tetapi buktinya, honorer K2 di Kabupaten Abdya, banyak yang diluluskan dari golongan muda yang bhaktinya baru 3 tahun. Sedangkan yang sudah lanjut usia dan bhaktinya sudah 10 tahun lebih tidak diluluskan. Hal tersebut, disampaikan Alidar salah seorang guru Bhakti kepada Sekda Abdya Ramli Bahar saat melalukan Audiensi di Aula kantor bupati Abdya, Jum’at (21/2).

Alidar yang mengaku sudah 12 tahun berbahkti di SD Gampong Blang Dalam, sangat kecewa dan mengaku Pemerintah tidak adil dalam melakukan pengumuman. Selain pelaksanaannya tidak sesuai dengan pernyataan Menpan Azwar Abu Bakar, hasil nilai ujian seleksi CPNS 2013 juga tidak di umumkan. “ Saya sudah bhakti 12 tahun jadi guru tidak lulus. Sedangkan yang bhakti 3 tahun diluluskan. Ini aneh, seperti ada kong kali kong,” ungkapnya

Bukan saja Alidar, namun beberapa honorer K2 lainnya juga mengutarakan hal serupa. Muharamah, guru bhakti SDN Kuta Makmu, Kecamatan Jeumpa, yang tidak lulus CPNS juga menyampaikan keluhannya pada Sekda Abdya. Ia mengungkapkan, sudah 10 tahun lebih mengabdi pada negara, hilang dalam satu hari. ” Satu hari dinilai hilang pengabdian 10 tahun, ini tidak adil. kemana hati nurani pemerintah,” seru Muharamah sambil menangis didepan Sekda.

Menanggapi keluhan ratusan honorer yang tidak lulus itu. Sekda Abdya Ramli Bahar berjanji bahwa Pemkab Abdya tidak tinggal diam. Bahkan kepala BKPP Abdya Yafrizal sekarang telah berada di Jakarta guna mempertanyakan hasil kelulusan tenagan honorer K2 Abdya ke Menpan RB.

Lebih lanjut, Sekda Ramli Bahar mengatakan, jangan berpikir Pemkab Abdya tidak peduli dan mengabaikan nasib para tenaga horer, “ Saya sangat faham bagaimana sepak terjang tenaga honorer selama bekerja. Maka dari itu saya mohon bersabar sambil kita terus berupaya mempertanyakan dan meminta Menpan RB meninjau kembali pengumuman tersebut,” ungkap Sekda

Kepada ratusan tenaga honorer, Sekda Abdya menyampaikan agar pada senin (24/2) mendatang, untuk dapat berhadir kembali ke kantor bupati, guna menyampaian keluh kesah mereka di hadapan bupati Abdya Jufri Hasanuddin.

Amatan AJNN.net dilapangan. Setelah berdelegasi ke kantor bupati Abdya, ratusan tenaga honorer K2 itu mendatangi gedung DPRK setempat untuk menampaikan aspirasi mereka kepada anggota dewan Abdya. mereka meminta para wakil rakyat itu agar tidak diam saja, dan membantu mencari solusi, sehingga mereka yang tidak lulus bisa mendapatkan pertimbangan serta kejelasan untuk dijadikan sebagai lulusan CPNS. (ajnn)

Komentar