Tim Saber Pungli Aceh Selatan Diminta Sosialisasikan Kategori Pungli




IMG-20170509-WA000Aceh Selatan News | Labuhanhaji Barat – Sejumlah Keuchik yang tergabung dalam Forum Keuchik, Kecamatan Labuhanhaji Barat meminta kepada Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) yang telah dibentuk Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Selatan untuk mensosialisasikan tentang kategori pungli.

“Telah dibentuknya Saber Pungli tanpa di sosialisasikan, maka selama ini telah menimbulkan keresahan dikalangan perangkat desa,  karena ditakutkan ada praktik-praktik yang dianggap pungli tanpa disadari,” kata Sekretaris Forum Keuchik Labuhanhaji Barat, Dedi Suryadi, Senin (8/5/2017).

Menurutnya, sejak adanya Saber Pungli, pihak pemerintahan gampong merasa was-was disebabkan bila salah mengambil kebijakan yang selama ini dianggap lumrah, dikhawatirkan akan tersandung dalam kategori pungli.

“Seumpama dalam menjalankan roda pemerintahan dalam tingkat desa, masyarakat menginginkan pembuatan KK, KTP, akte kelahiran BPJS dan sebagainya. Dalam hal pembuatan adminitrasi tersebut mungkin membutuhkan biaya,” ujarnya.

Sebab, lanjutnya,  jarak Kantor tempat pengurusan pembuatan keperluan masyarakat tersebut jauh dari gampong tempat tinggal. Semua keperluan dalam kepengurusan ke Kantor dimaksud butuh bensin atau biaya transportasi apakah jika ada kutipan biaya traspor disebut pungli?.

Selain itu, urusan administrasi pernikahan  yang biasanya dilakukan Kepala Dusun (Kadus), dari awal mereka bekerja bisa-bisa memakan waktu 2-3 hari sampai ke hari H nya. Mereka meninggalkan anak dan istrinya dirumah dan pekerjaan pribadinya sendiri dalam menghidupi keluarganya, demi mengurusi keperluan masyarakat.

“Jika semua ini “berlalu” siapa yang bertanggung jawab? Apa  Saber Pungli?? Karena masih banyak hal yang kaitannya dengan seluk beluknya didalam masyarakat ini,” ucapnya seraya bertanya.

Untuk itu, pihaknya selaku perwakilan perangkat pemerintahan gampong mengharapkan kepada Tim Saber pungli agar melakukan sosialisasi dan dengar pendapat terlebih dahulu dengan para perangkat gampong.  Supaya keuchik maupun Kadus tidak merasa resah, dan bisa menjalankan aktifitas dengan tenang.

“Harapan kami semoga dalam waktu dekat Tim Saber Pungli dapat membuat program atau berupa sosilasasi agar kami dalam menjalankan tugas tidak seperti pepatah Aceh mengatakan “ Awai na Aneuk Baro Meukawen,” harapnya, seuasai menyampaikan keluh kesahnya kepada Camat Labuhanhaji Barat, TM Nasrijal, S.STP.

“Setelah kita melihat beberapa kasus yang ada di media tentang pungli, kami selaku aparatur Gampong resah karena kami masih kurang paham yang mana katagori pungli dan bukan,” tambahnya.

Sementara itu Camat Labuhanhaji Barat, TM Nasrijal mengatakan, Jika yang dimaksud dengan pungli adalah yang tidak memiliki dasar hukum tetap maka ada beberapa kebiasaan yang terjadi ditengah-tengah masyarakat yang ditakutkan dianggap pungli.

“Contoh pada saat pelaksanaan pernikahan dan kematian di gampong – gampong misalnya pihak yang sedang melaksanakan hajat memberikan uang baik kepada Keuchik maupun tengku imam ini bagaimana? ,” tanya TM Nasrijal.

Dia berharap adanya sosialisasi sehingga aparatur gampong paham tentang yang dimaksud pungli.

“Penting bagi tim Saber Pungli untuk memberikan sosialisasi sehingga perangkat desa benar-benar paham,” harap TM Nasrijal.

Untuk diketahui Saber Pungli adalah suatu istilah yang baru lahir ditengah-tengah masyarakat. Setelah Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto mengatakan, pemerintah mengganti nama tim yang bertugas menindak para pelaku pungutan liar. Sebelumnya pemerintah menamai tim tersebut Operasi Pemberantasan Pungutan Liar (OPP). Kini, namanya berubah menjadi “Saber Pungli” alias “Sapu Bersih Pungutan Liar”.(Iy/Ran)

Komentar










Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*