Tolak lampirkan Agreditasi Kampus, CPNS Samabangi DPRK Asel

Suasana CPNS Aceh selatan sedang berdialog dengan Anggota DPRK Aceh Selatan
Suasana CPNS Aceh selatan sedang berdialog dengan Anggota DPRK Aceh Selatan
Suasana CPNS Aceh selatan sedang berdialog dengan Anggota DPRK Aceh Selatan

Aceh Selatan News | Tapaktuan – Pemerintah Kabupaten Aceh selatan yang mengharuskan calon Pegawai negeri sipil (CPNS) melampirkan Agreditasi Kampus dan Fakultas dinilai sejumlah pelamar yang berasal dari daerah setempat tidak ‘fair’ hal ini disampaikan perwakilan calon pegawai yang mendatangi gedung DPRK untuk melakukan audiensi, Jumat (19/9) siang.

Susan risma, salah seorang yang menyambangi wakil rakyat tersebut mempertanyakan peraturan daerah kabupaten itu tentang tidak menerima pelamar yang fakultasnya memiliki agreditasi C.

“Di Provinsi dan kabupaten/kota tidak menekankan tentang agreditasi kecuali Aceh selatan,” keluhnya.

Dia berharap diberi kesempatan mengikuti tes yang akan digelar tersebut “Kami hanya meminta berkas kami diterima lulus itu urusan Allah,” kenangnya sambil berkaca-kaca.

Hampir senada dengan itu Helfriza Murdi. Ia menyebut pemerintah kurang tepat jika menganggap agreditasi sebagai tolak ukur kemampuan personal,”Agreditasi ini mengenai masalah kampus, sedangkan IPK yang menentukan kwalitas personal,” terangnya.

“Agreditasi kampus tidak menunjukan kwalitas mahasiswa,” tambahnya lagi.

Ia bersama puluhan rekan senasibnya yang hadir berharap diberi kesempatan untuk ikut dalam proses seleksi” Toh ada tes jadi yang pintar akan lewat jadi yang lewat pasti berkualitas,” tambah Helfriza Murdi.

Seitar 30-an Orang CPNS yang mendatangi gedung DPRK Aceh Selatan disambut langsung oleh ketua Lembaga tesebut diruangan musyawarah, T Zulhelmi beserta anggota lainnya, Mulyadi, Tgk Lukmanul Hakim, Mirwan, Armia majid, Yenni, Masridha, Lisa Elfirasman, T zulhelmi, Rasmiadi, Mizar, Mastaruddin, Rustam.

Mananggapi permasalahan tersebut anggota DPRK yang baru dilantik beberapa waktu lalu tersebut berjanji akan mempertanyankan dan akan berjuang untuk permasalah yang dialami CPNS tersebut.

“Kami tidak menjamin tapi berusaha untuk memaksimalkan perjuangan ini, ini terkait aturan daerah,” ujar ketua DPRK, T Zulhelmi.

Sejmlah anggota berjanji menanggapi hal ini secara serius. “Kami akan selesaikan segera jika perlu sore ini kita akan coba panggil pihak terkait dalam ini hal BKPP,” tambah Mizar Ketua fraksi PA.

Setelah menyampaikan harapan para CPNS akhirnya meninggal gedung DPRK Aceh Selatan, menurut amatan acehselatan.com audiensi berlangsung tertib.(iy)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*