Tradisi Debus Menuai Insiden, Satu Peserta Tewas




Ilustrasi (Ant)
Ilustrasi (Ant)
Ilustrasi (Ant)

Aceh Selatan News | Bakongan Timur – Penampilan Rapa’i Debus persahabatan antara Kecamatan Bakongan dengan Kecamatan Bakongan Timur, yang berlangsung di Gampong Lhok Jamin, Kecamatan Bakongan Timur, Kamis (5/1/2017) malam menuai insiden.

Pasalnya, saat lomba pementasan berlangsung antara Gampong Padang Berahan, Kecamatan Bakongan dan Gampong Sawah Tingkeum, Kecamatan Bakongan Timur, sekitar pukul 23.00 WIB, salah seorang peserta terpaksa dilarikan ke rumah sakit, akibat luka di paha bagian bagian kanan tertusuk pisau.

Menurut keterangan Kapolres Aceh Selatan, AKBP Achmadi SIK melalui Kapolsek Bakongan Timur Ipda Mirkam korban atas nama M. Yunan (16), salah seorang warga Gampong Padang Berahan, mengalami luka serius saat memainkan alat debus berupa pisau tajam yang menancap di paha kanannya. Sehingga, saat itu juga korban diboyong ke Puskesmas dan harus dirujuk ke BLUD RSUD dr Yulidin Away Tapaktuan.

Namun, Jum’at (7/1/2017) sekitar pukul 05.00 WIB, M. Yunan yang masih tercatat sebagai siswa tersebut, meninggal dunia di saat penanganan tim medis di BLUD RSUDYA Tapaktuan.

“Kita sudah mempringati bahwa kegiatan rapai debus tidak baik untuk ditonton oleh anak-anak ditakutkan di coba dirumah tanpa pengawasan,” kata Mirkam.

M Yunan Merupakan anak dari khalifah debus Padang Berahan yang malam itu ikut menampilkan tradisi ekstrim tersebut.

Untuk diketahui kesenian rapa’i debus adalah tergolong kesenian ekstrim karena menggunakan perelatan tajam dan berbahaya setiap peserta akan menggunakan berbagai jenis alat untuk memperlihatkan kekebalannya dengan diiringi dentuman rapai dan radat dari sang khalifah.(Iy)

Komentar










Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*