UIN Ar-raniry dan HUST Semakin Perkuat Kerjasama

IMG-20170527-WA001

Laporan Al-zuhri

2a4c54fb-10f7-491a-9152-39128f40cb21TIONGKOK – Setelah menempuh perjalanan panjang dari Banda Aceh – Malaysia – Tiongkok, Prof. Dr. H. Farid Wajdi Ibrahim, MA selaku rektor Universitas Islam Negeri Ar-Raniry (UINAR) bersama Prof. Rusydi Ali Muhammad, SH selaku direktur pasca sarjana dan Dr. A. Rani, M. Si selaku dekan Fakultas Dakwah & Komunikasi UINAR, rabu (23/3/2016) akhirnya tiba di Tiongkok. Tahun ini UINAR kembali memenuhi undangan dari pihak Huazhong University of Science and Technology (HUST) untuk datang ke kota Wuhan, propinsi Hubei. Sebagaimana halnya di setiap tahunnya, kunjungan ini diadakan dalam rangka mengevaluasi dan membicarakan kelanjutan kerjasama yang telah dibangun sejak dua tahun lalu oleh kedua kampus.

Kedatangan rektor UINAR bersama rombongan pada acara tersebut disambut hangat oleh Prof. Jian-Guo Chen, M.D., Ph.D (Wakil presiden HUST) bersama wakil dekan bidang mahasiswa internasional dan dekan bahasa mandarin beserta para staf lainnya. Kedua orang penting universitas ini melakukan rapat khusus di gedung rektorat HUST pada kamis (24/3/2016) untuk membicarakan program-program yang dicanangkan.

Rapat yang berlangsung selama kurang lebih empat jam tersebut menghasilkan kesepatan baik diantara kedua pihak. Di antaranya HUST sendiri bersedia memberikan kuota secara khusus untuk menerima lulusan UINAR disetiap tahunnya sebanyak lima orang. Kemudian juga akan dilakukan exchange student dan meningkatkan double degree antara kedua universitas, terutama pada bidang Ekonomi dan Pendidikan Islam.

Dari hasil kunjungan ini kedua belah pihak merasa senang dan berharap kedepannya kerjasama ini akan terus berlanjut dan meningkat. Dengan saling menunjang diantara kedua belah pihak diharapkan memperoleh pencapaian hasil yang baik. Mutu menjadi target utama yang diprioritas oleh kedua universitas.

HUST merupakan salah satu universitas ternama di Tiongkok selain Beijing University, Tsinghua University, Fudan University dan lainnya. Kampus yang juga dikenal dengan sebutan HUAKE (Huazhong Keji Daxue) ini memiliki peringkat terbaik di deretan daftar kampus top di Tiongkok. Ini tentu memperoleh sisi lebih bagi UINAR untuk melakukan kerjasama guna menunjang berbagai hal dalam persoalan kampus, demi kemajuan mutu pendidikan Aceh kedepannya.

Tak hanya itu, pihak UINAR sabtu (26/03) juga akan mengunjungi beberapa kampus lainnya di kota Beijing dan Nanjing guna menjalin bentuk kerajasama lainnya. Sebelum kembali ke tanah air rombongan akan menyempatkan juga mengunjungi kedutaan besar Indonesia untuk Tiongkok di Beijing. Pihak UINAR benar-benar serius dan berkomitmen untuk terus memajukan kampus yang jadi jantung bagi rakyat Aceh ini. Langkah ini diambil tentunya dengan pertimbangan UINAR untuk terus dapat berpacu ke arah yang lebih menonjol dalam segala lini.

Pada kesempatan tersebut anak Aceh di Wuhan yang berkumpul dalam komunitas Cakra Donya menyempatkan silarutahmi dan menjamu para rombongan sebelum meninggalkan kota Wuhan. Rektor UINAR dalam kesempatan yang sama berharap dengan adanya kesempatan belajar di luar negeri ini semoga dapat dimanfaatkan dengan baik. Dengan harapan sepulang menimba ilmu di Tiongkok dapat merealisasikan hal-hal yang diperoleh guna membangun Aceh ke tarap yang mampu bersaing dengan negara-negara maju.

“Kalian harus menjadi generasi Aceh yang nekat dan penuh tekad. Karena untuk menjadi orang yang berhasil itu juga harus nekat dan bernyali kuat, jadi tidak saja cukup dengan tekad. Begitupun dengan persoalan usia, jangan lalai selagi muda itu masih ada”, pungkas Rektor dalam momen baik itu kepada semua mahasiswa Aceh di Wuhan menyemangati.

Rektor melihat sistem pendidikan di Tiongkok ini menarik, karena mereka tidak mempengaruhi ideologi. Ini titik aman yang sangat baik tentunya. Menepis kekhawatiran terhadap lulusan yang berpikir liberal dan melenceng dari ajaran Islam yang murni.

Dalam kesempatan yang sama direktur pasca UINAR menyatakan rasa kagumnya kepada mahasiswa-mahasiswa yang memperoleh kesempatan untuk belajar keluar negeri yang tidak semua orang dapat merasakan hal sama. Oleh karenanya beliau berharap perolehan ini tentunya jangan disia-siakan. Juga harus dapat ‘mencuri’ sisi baik dari kemajuan Tiongkok untuk dibawa pulang. Dengan satu harapan semoga berefek untuk memajukan kancah keilmuan di Aceh terutama dalam bidang teknologi.

Untuk di kota Wuhan saja saat ini mahasiswa Aceh sudah berjumlah 15 orang yang berpencar di kampus-kampus berbeda. Diantaranya HUST, Wuhan University of Technology (WHUT), dan CCNU (Central China Normal University). Sedang beberapa lainnya berada di kota Beijing satu orang, Baoding satu orang dan Nanjing dua orang. Kedepannya diharapkan akan ada daftar nama kampus lainnya yang ditempati mahasiswa Aceh untuk dapat terus mengepakkan sayap demi Aceh yang lebih maju.

Komentar

IKLAN DPMG II