Umat Islam Digegerkan Peristiwa Penjualan Mesjid di Cirebon

XXrikZwgGmAceh Selatan News | Cirebon – Umat Islam Cirebon digegerkan dengan kabar penjualan Masjid Teja Suar di Jl Tuparev Kabupaten Cirebon kepada seorang pengusaha dengan nilai miliaran rupiah. Menurut keterangan yang berhasil dihimpun  menyebutkan, Pemiliknya bernama H Amin Saelan, sekarang tengah melakukan negosiasi dengan pengusaha dari Palembang dengan nilai Rp 8 miliar. Namun belum jelas alasan masjid tersebut dijual oleh pemiliknya. Bahkan yang lebih mengejutkan lagi, sesuai informasi yang berkembang, masjid itu bakal dialih fungsikan menjadi showroom mobil.

Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (NU) Jabar, Eman Suryaman, mengaku sangat prihatin dengan kabar tersebut. Apalagi, dia mendengar kabar pengusaha yang membeli masjid Teja Suar akan mengalihfungsikan masjid itu menjadi tempat usaha. “Saya sangat terkejut saat mendengar masjid Teja Suar dijual. Saya baru dengar hari ini,” ujar Enam kepada para wartawan di Cirebon, Kamis (21/10).

Salah seorang tokoh ulama Cirebon, Salim Bajri, mengatakan, secara syari, menjual masjid sangatlah tidak baik. Namun, karena masjid itu milik pribadi, dia mengaku tidak bisa melarang. “Itu akan menimbulkan citra yang kurang baik,” kata Salim saat ditemui di Cirebon beberapa waktu lalu.

Salim mengatakan sudah mendengar informasi mengenai penjualan masjid tersebut. Namun, dia mengaku tidak mengetahui alasan dibalik penjualan masjid itu. ‘’Saya sangat prihatin,’’ ujarnya.

Ketika ditanyakan apakah umat Islam sebaiknya mengerahkan kekuatan untuk menggagalkan penjualan masjid tersebut, Salim menyatakan hal itu tidak baik. Namun, jika umat bersatu untuk membeli masjid itu, maka hal tersebut lebih baik.

Pimpinan Ponpes Darul Quran Cirebon, Ahsin Sakho Muhammad juga sangat menyayangkan penjualan masjid tersebut. Apalagi, di sekitar masjid itu banyak terdapat sarana pendidikan, perkantoran maupun pusat bisnis. Karenanya, keberadaan masjid sangat dibutuhkan oleh lingkungan tersebut untuk tempat beribadah. “Masjid itu harus dipertahankan sehingga menjadi oase bagi masyarakat di sekitarnya, termasuk pendatang yang melintasi daerah itu,”  tegas Ahsin.

Masjid Teja Suar merupakan salah satu masjid bersejarah di Kota Cirebon. Masjid yang didirikan pada 1976 itu diresmikan oleh ulama besar, Buya Hamka. Solat Jumat pertama di masjid itupun diikuti oleh Buya Hamka. Masjid Teja Suar juga menjadi tempat berkumpulnya para aktifis di masa orde baru. Selain itu, masjid pun dijadikan sebagai sarana kegiatan untuk memberdayakan umat. (red/republikaonline/radarcirebon)

Komentar