Kesehatan /  -

Warga Kecewa Dengan Pelayanan RSUD-YA Tapaktuan

Januari 20th, 2016 | Posted in Kesehatan | |
2017-11-25 03:47

Tapaktuan – Sejumlah warga mengaku kecewa dengan pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Yuliddin Awai Tapaktuan. Pasalnya, tim medis dan dokter di rumah sakit tersebut dinilai sangat mudah mengeluarkan rujukan untuk pasien yang diyamiki masih bisa ditangani di tingkat RSUD-YA tersebut . Hal itu dialami oleh Asni (63), pasien korban kecelakaan lalulintas (Lakalantas), warga Tepi Air, Kematan Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan yang kaki kanannya terluka akibat kecelakaan tersebut.

“Baru – baru ini ada pasien Lakalabtas kakinya membengkak pasca operasi. Dokter di RSUD-YA meminta agar pasien tersebut dirujuk ke RSUD Meuraxa Banda Aceh. Namun saya tidak merujuknya dan membawa pasien itu ke tempat menteri (perawa) dan dukun patah di Desa Teupin Gajah, Kecamatan Pasie Raja. Alhamdulillah setelah dijahit ulang kondisi lukanya malah mulai membaik. Kalau sempat saya bawa kesana kan sudah diamputasi,” ungkap Ketua LSM Lembaga Bersih Aceh Selatan (Libas), May Fendri kepada Serambi, Selasa (19/1).

Menurutnya, langkah yang dilakukan dokter di RSUD-YA Tapaktuan itu terkesan ingin melepaskan tanggungjawabnya dalam melayani pasien. Sebab dengan kondisi pasien yang masih bisa ditangani di RSUD-YA, dokter dengan mudahnya meminta agar pasien dirujuk ke rumah sakit lain. “Ini bukan kasus yang pertama kali. Seharusnya rujukan tersebut dikeluarkan setelah pasien benar – benar tak mampu lagi di tangani,” ungkapnya.

‎tambahkannya, kasus yang hampir sama juga pernah menimpa orang tua rekannya. Dimana setelah malamnya diperiksa, dokter mengatakan bahwa besoknya pasien tersebut harus dioperasi dan meminta pasien untuk tidak makan selama menunggu proses operasi tersebut berlangsung.”Namun setelah diperiksa ulang pada pagi hari, dokter itu malah meminta keluarga untuk merujuk pasien tersebut ke RSUD-YA Banda Aceh setelah kondisi fisik pasien semakin melemah setelah berpuasa semalaman,” ungkap May Fendi

Menurut May Fendri, pasien yang bernama lengkap Zakaria Saman itu meninggal dunia sebelum sempat ditangani oleh tim medis dan dokter RSUD-ZA Banda Aceh.”Saya melihat ada kejanggalan dalam proses penanganannya. Jika memang tidak bisa dioperasi di RSUD-YA, kenapa tidak langsung dirujuk ke Banda Aceh. Anehnya setelah pasien diminta untuk berpuasa, dan disaat kondisi fisiknya semakin melemah malah disurut rujuk ke Banda Aceh,” ungkap May Fendri.

Menyikapi beberapa kasus dan kejanggalan tersebut May Fendri meminta pihak rumah sakit untuk benar – benar profesional dalam memngeluarkan rujukan untuk para pasien yang sedang ditanganinya. Hal itu dimaksudkan agar pasien tidak menjadi korban atas tindakan tersebut. “Memang umur dan kesembuhan itu dibawah kekuasaan Allah. Cuma kalau kondisinya begini juga bisa fatal buat pasien,” pungkas May Fendri.

Penjelasan RSUD-YA :

Terkait dengan persoalan tersebut, Direktur RSUD dr Yulidin Away Tapaktuan, dr. Faisal Sp.An, yang dihubungi Serambi melalui Kabag TU RSUD-YA Tapaktuan, Teuku Muzhar SE MM, mengaku bahwa rujukan itu dikeluarkan setelah tidak mampu lagi ditangani di RSUD-YA. “Bisa karena tidak adanya dokter spesialis dan alat, atau memang karena kondisi pasien tidak mungkin lagi di rawat disini dan butuh penanganan yang lebih lengkap, jadi ada prosedurnya dan yang dilakukan dokter juga sesuai prosedur,” ungkal Muzhar.(Serambi Indonesia)

Komentar

©2015 Kompoz is version 4.0 Powered by Wordpress beautified by Dewaz. All Rights Reserved.